Laman

Kamis, 22 April 2010

happy kartini's day !

kartini


hey! sekarang hari apa coba selain hari rabu? still remember? Hehehehe sekarang hari Kartini teman-temaaaaaan :D. Ah gaasik kalo gainget ah, bangga doong yaaa?! Kita sebagai wanita Indonesia gitu.. R.A.Kartini itu kan salahsatu pahlawan nasional perempuan, ada yang masih ingat kisahnya?

Hmm... mungkin sebagian dari kalian ada yang lupa, untuk ngingetin, silakan dibaca riwayat singkatnya di bawah ini. Gak panjang kok! Hihihihi manggaaaa..

Ibu kita kartini // putri sejati // putri Indonesia // Harum namanya

Ibu Kita Kartini // Pendekar bangsa // Pendekar kaumnya // Untuk merdeka

Siapa sih yang gak tahu Ibu Kartini. Pastinya kita semua sudah tahu ya dengan pahlawan nasional wanita yang satu ini, bahkan mungkin nama Ibu Kartini tidak asing rasanya ditelinga kita. Ya, Ibu Kartini memang pantas untuk dikenang sepanjang masa oleh masyarakat Indonesia, khususnya kaum wanita. Karena beliau-lah pejuang kaum wanita. Mau tahu sejarah Ibu Kartini dari lahir hingga beliau berhasil mengangkat harkat dan martabat kaum hawa di Indonesia??? Yuk kita intip sejarah Ibu Karini berikut ini.

Raden Ajeng Kartini nama lengkapnya, lahir di Jepara 21 April 1879. Dari namanya saja, sudah tarlihat bahwa Ibu Kartini pastinya ada keturunan ningrat atau bangsawan. Ya, benar sekali!!! Ibu Kartini adalah putri seorang Bupati Jepara (pada waktu itu), Raden Mas Adipati Sastrodiningrat dan cucu dari Bupati Demak, Tjondronegoro. Praktis donk, Ibu Kartini hidup dan besar di lingkungan priyayi dengan fasilitas yang serba bagus dan nomor satu (pada saat itu). Yang patut kita teladani nih, walaupun Ibu Kartini hidup di keluarga ningrat tetapi Ibu bergaul dan berteman dengan siapapun, dari noni-noni Belanda hingga orang-orang pribumi. Dan karena teman ibu banyak dari berbagai kalangan, dari itu ibu sadar bahwa kaum wanita saat itu tidaklah dihargai. Beliau melihat realita para wanita tidak boleh mencicipi pendidikan, tidak memiliki hak apa-apa yang dimilikinya ialah kewajiban-kewajiban-dan kewajiban yang mengatasnamakan adat (nggak adil banget ya??)

Ibu Kartini juga diperlakukan seperti itu, Ibu tak boleh sekolah yang tinggi karena adatnya memang begitu. Tetapi, dengan melanggar aturan-aturan adat pada saat itu serta kepandaian yang Ibu miliki, Ibu Kartini mendapat kesempatan untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi dimana sekolah itu hanyak untuk orang-orang Belanda saja. So, temen-temen sekolahnya ya bule-bule penjajah pada masa itu. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang didapatnya, perlahan-lahan namun pasti Ibu Kartini berusaha menambah kehidupan yang layak bagi seorang kaum wanita.

Ibu Kartini menikah dengan seorang Bupati Rembang, Adipati Joyodiningrat pada tahun 1903. Otomatis Ibu mengikuti sang suami ke Rembang. Di daerah inilah, Ibu Kartini gigih meningkatkan kegiatannya dalam bidang pendidikan untuk kaum hawa. Dengan kekuatan dari sang suami yang sebagai orang nomor satu di Rembang itu, memudahkan Ibu Kartini mendirikan Sekolah Kepandaian Putri dan disanalah Ibu mengajarkan tentang kegiatan kewanitaan seperti jahit menjahit dan keterampilan putri lainnya. Sekolah-sekolah yang Ibu dirikan ini unlimitted. Maksudnya tak terbatas pada tingkat sosial, baik dari kalangan bangsawan maupun rakyat pribumi, semuanya boleh mencicipi dan mengenyam pendidikan di Sekolah Kartini. Dari sini, kaum hawa mendapat pencerahan donk pastinya. Asal anda tahu juga, Ibu Kartini tuh punya sahabat pena di Negeri Belanda dan secara intens mereka saling mengirimi surat. Ibu Kartini wafat di usia yang muda yakni 25 tahun saat melahirkan anak pertamanya. Setelah Ibu Kartini wafat, sahabat penanya mengumpulkan surat-surat dari Ibu Kartini mengenai perjuangannya mengangkat harkat dan martabat kaum hawa serta menyusunnya dalam sebuah buku dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Judul buku itu juga terdapat pada penggalan surat Ibu Kartini.

dikutip dari : http://inno.isgreat.org/?p=157

Nah, udah pada tau kan sejarahnya? berkat beliau kita bisa seperti sekarang. Jadi, untuk menghargai jasa-jasanya, belajarlah sungguh-sungguh supaya kelak kita bisa menjadi teladan bagi bangsa ini. Ohiya, jangan hanya Ibu Kartini, semua pahlawan harus kita hargai karena peran mereka sangat berpengaruh bagi kehidupan kita sekarang.
Untuk lebih menghargai Ibu Kartini, ayo kita nyanyi lagunya !! :)

Penggubah: WR Supratman

ibu kita Kartini, putri sejati
putri Indonesia, harum namanya

ibu kita Kartini, pendekar bangsa
pendekar kaumnya untuk merdeka

wahai ibu kita Kartini
putri yang mulia
sungguh besar cita-citanya
bagi Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentar anda, semangat saya :)))