Halaman

Sabtu, 29 April 2017

Berdamailah


gambar dari [sini]

Ketika kau lelah dengan dirimu, jangan paksa bumi untuk berhenti berputar. Jangan salahkan semesta atas keresahan yang menyelimuti duniamu.
Mungkin, yang kau butuhkan hanya sejenak berhenti. Menatap jalan panjang yang telah kau lalui.
Apa kau teralu sibuk berlari? Sampai kau tak sadar suara-suara itu memanggilmu, menyemangatimu, mengingatkanmu, dan sedikitpun kamu tak menengok.
Atau kau terlalu kencang melompat? Hingga tak sadar berkeping-keping perasaan telah hancur kau injak.

Kau mungkin pernah merasa bodoh. Kau juga mungkin tertawa atas kesalahan-kesalahan masa lalumu. Tapi mereka bukan semata-mata untuk kau hujat, melainkan untuk kau maafkan dan kau perbaiki.

Kemudian masa depan. Mereka bukan hadir untuk menjemput dan mematahkan harapan-harapanmu. Mereka akan mengajakmu membawa dan mewujudkan itu semua. Atau, mengajarkanmu menerima dengan ikhlas dan menata mimpi yang baru.

Sekarang, cobalah berdamai dengan dirimu. Dengarkan dia dan belajarlah dari semua yang ada di sekelilingmu. Melangkahlah ke arah yang telah kau pilih. Ingatlah bahwa kamu tidak pernah sendiri. Ada Allah. Ada banyak orang-orang baik yang Dia kirimkan untuk menemani hidup singkatmu.

Masa lalu, dan masa depan.
Katakan lah pada keduanya, sampai jumpa.


Buat kamu, Nad. Berdamailah.

Rabu, 26 April 2017

Puzzle

Potongan-potongan puzzle itu, yang dulu tersebar tak beraturan, lama kelamaan bersatu. Saling mendekat satu sama lain dengan sendirinya seperti kutub-kutub magnet yang tarik menarik. Utuh. Terpampang di depan mata, terekam sangat jelas di dalam otak. Saat itu, hingga kini.
Waktu, maafkan aku.

Jumat, 14 April 2017


Cinta?
Cinta itu...

...ibu.

Beberapa langkah lagi, Mah! Bismillah, salam cintaaaa


Kamis, 13 April 2017


"
Aku, kamu, dan tinta hitam
Kita. Kepingan kenangan dari mozaik masa depan
Bertapak tekad, meniti buih, hidup berteka-teki.
"

Jumat, 07 April 2017

Uuuu
Risih risih~