Halaman

Minggu, 25 Desember 2011

Lihat Lebih Dekat (Sherina)

Bila kita dapat memahami
Matahari menemani
Kita dalam kehangatan
Hingga sang rembulan bersenandung

Menina bobokan seisi dunia

Dalam lelap setia
Tanpa terpaksa

Bila kau dapat mengerti

Sahabat adalah setia
Dalam suka dan duka
Kau 'kan dapat berbagi rasa
Untuknya

Begitulah seharusnya

Jalani kehidupan
Setia....setia...setia
Dan tanpa terpaksa

Mengapa bintang bersinar

Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar

Lihat sgalanya

Lebih dekat
Dan kau akan mengerti...

Entah

Tak ada lagi yang kini kunantikan. Lenyap. Musnah.
Ditelan mimpi-mimpi yang tak pernah menjadi nyata.
Kebenaran kecil dan kebohongan besar itu seakan terbalik, terombang-ambing di tengah luasnya samudera. Terbang bersama angin, hingga tak pernah lagi kembali.
Seulas senyum saja yang masih bisa kuharap. Walau sedikit. Sedikit saja. Atas kebenaran yang telah dilakukan. Entah besar, atau kecil. Namun ketulusan yang pasti...

Sabtu, 17 Desember 2011

Hari ini dan Ulang tahun kami ;)

Halo blogger, apa kabar hari ini? Beneran deh, pagi-pagi kayak gini tuh, enaknya ngopi sambil blogging, huh... godaan banget, padahal setengah jam lagi harus pergi ke sekolah buat rapat *curcol nih
Oh iya, jadi lupa tujuan awal, sebenernya nih, aku mau cerita tentang kemarin, emang ada apa sih kemarin? Kemarin itu...

Pagi-pagi aku berangkat ke sekolah sama sobat sekaligus kembaranku peninbank. Di jalan, dia cerita kalo semalam dia mimpi ketemu Super Junior dan dipeluk sama leeteuk (bener ga ya nulisnya), dia cerita semangat banget di angkot dan aku cuman ngangguk2 karena ga ngerti hehehe. Singkat cerita, kita pun sampai di sekolah, penina langsung cerita2 tentang mimpinya itu ke rida, mereka ketawa2, maklum sesama k-pop lovers. Abis itu ratna bilang kalo dia bawa UNO, keluarga UNO pun langsung merapat, hehehe. Kali ini personilnya aku, penina, rida, r
atna, evi, egi, nisa, raka, karlina, mustofa. Peraturan masih sama kayak dulu, sebelum UNO yg pertama disita bu Diana, yaitu ga boleh ngomong 'AKU', 'UNO', dan nama pemain.
Setelah main, aku nyamper melinda di IPA1 buat ngambil kertas koran, terus aku meluncur ke tas dan membungkus 'sesuatu' hehehe. Aku, ratna, sama rida saling mengucapkan selamat ulang tahun. Iya, kita bertiga hari itu ulang taun. Hahaha udah deh, bocorin aja. Sebenernya hari itu ulang taun PBI. Masih inget PBI kan? Ya, kita udah setaun ternyata. Hehehe. Oh iya, kita mau ngadain acara tuker kado nih hari ini, dan karena dendy ga ada yg ngasih tau (karena kita ga ada yg punya nomornya), jadi dia bikin mendadak pagi2. Kertas hvs ditulis PBI dengan font yg jepang2 gimanaaaa gitu. Plus gambar balon2, terus ada gambar cowok, tulisannya hansamu
(b.jepangnya ganteng) dipinggirnya nama2 personil cowok PBI. Di sebelah kanannya tulisan kirei (b.jepangnya cantik) dengan nama2 personil cewek PBI. Di atasnya ada tulisan Ida sensei wa empitsu desu (harusnya 'Ida sensei no empitsu desu' dendy! hehe). Keren banget tapi gambarannya, pake hiragana katakana pula! Cinta Jepang banget si dendy ini, hehe.
Singkat cerita lagi, anak-anak kelas udah pada bubar, PBI ngumpul di markas (depan IPA 3). Waktu itu baru ada aku, mel, irma, ratna, rida, ulfa, rahdam, hans, ada amel juga, dia bukan PBI tapi sksd sama kita hehehe peace amel. Ilham dendy yudo ga bisa dateng, sedangkan hilman erik fazril dateng habis jumatan. Setelah semua lengkap, kita tukeran kado. Bodor bangetlah disana. Aku dapet jepit, karet jepang, dan lain-lain yang belinya pasti di emang2 yang jualan ser
ba seribu. Ternyata itu dari erik. Hahaha kocak, untung yang dapet bukan cowok. Ada yg dapet pensil, gantungan kunci, gambar, rubik, rokok *eh (maksudnya bungkusnya doang, isinya kalung tengkorak hehehe), dan lain-lain. Kita foto-foto dikit pake webcam di laptopnya rida.
Beres itu, kita melanjutkan ke mtc. Sebenernya banyak yang ragu jadi atau enggak karena beberapa faktor. Tapi, akhirnya sih jadi juga. Kita kesana naik motor. Sial banget deh. Si mel udah ditebengin irma, rida sama ratna, erik hilman dan rahdam hans. Oke. Suram, tersisa fazril. Baru naik aja dia udah bilang 'wayahna yah... bensin, tiket masuk, blablabla...' heuh, bt kan. Tapi, yaudahlah yah daripada jalan kaki juga. Kita pun caaawww (tapi sebelumnya jemput Ilham dulu di kost-annya. Jadi Ilham semotor bertiga sama hans dan rahdam.Akhirnya kita sampai di mtc. Eh iya, emang ngapain sih ke mtc? Lupa cerita deh... Jadi, kita mau mengunjungi dunia lain *alaaah maksudnya rumah hantu itu loh. Begitu sampai di depannya, udah banyak suara-suara yang menakutkan, hahaha bikin kaki gemeteran tau ga. Tapi tetep aja, aku pengen banget masuk. Kasian rida, dia bilang 'ah tutup tuh udah deh ayo pulang ih' hehehe. Dia takut banget. Tapi kita paksa! *jahat! Akhirnya kita masuk. Karena kebanyakan, kita kan 11 orang, jadi dibagi 2 tim. Yang pertama masuk itu ratna, rida, erik, hilman, fazril, ilham. Mereka masuk aja. Setelah beberapa menit, sisanya masuk. Berjejer rahdam-aku-irma-mel-hans. Pas masuk ya, gelap banget, cahayanya tuh cuman dikit remang2 gitu. Begitu masuk, baju belakang aku tuh udah ditarik sama irma kenceng banget *wah, bisa robek nih. Aku juga megang kupluknya rahdam, soalnya takut ditinggalin. Pas masuk dan pintu di belakang kita nutup, di sebelah kiri udah ada suara2 yang nakut-nakutin. Widih, baru juga masuk. Jalan lagi, masih di area ruang tamu, di kursi paling ujung aku liat kayak cewek lagi nunduk, rumbutnya nutupin muka gitu, tapi ga begitu jelas karena gelap. Tiba-tiba pas menuju pintu ke ruangan lain, di sebelah kiri ada yang nakol panci atau entahlah apa itu, kaget banget. Teriaklah di situ. Tapi udahnya ketawa-ketawa.
Masuk ruangan-ruangan berikutnya, aku udah ga inget urutannya. Pokoknya ada cewek yang bilang 'tunggu...jangan tinggalkan saya...ikut...' dan kocaknya, si hans tuh dengan pedenya nanggepin 'ayo sini sini ikut' ngakak bangetlah kita di situ. Si hans juga bilang 'merah lucu deh' kalo ga salah pas ada hantu merah gitu deh. Duh! Ada juga pocong yang bilang 'lepaskan tali pocong saya'. Pokoknya makin dalem kita masuk, hantunya tuh makin banyak. Makin banyak juga yang ngagetin. Dan waktu itu, baju aku makin kenceng ditariknya dan aku juga makin kenceng narik kupluk rahdamnya *sobek ga ya sekarang kupluknya dia? hehe.
Akhirnya, ada tirai hitam besar. Ya, PINTU KELUAR! Semangat banget kita jalan kesana. Pas keluar, langsung tukeran cerita sama kelompok sebelah. Si rida udah bete banget kayaknya. Tapi seru deh, beneran, meskipun kurang serem kalo rame-rame kayak gitu. Abis itu kita foto-foto bentar, terus pulang deh. Aku pulang sendiri lewat depan, mereka semua lewat belakang. Eh engga deng, erik sama hans juga lewat depan ternyata, aku ketemu sama mereka di pintu masuk mtc. Awas loh kalian kena tilang. Heheh. Yaudah deh, perjalanan hari itu selesai. Kocak banget deh. Kita pun pulang ke rumah masing-masing. Hehehe
Sekali lagi, Selamat ulang tahun PBI :)

Minggu, 04 Desember 2011

Tuhan Sembilan Senti

~Puisi luar biasa karya Taufik Ismail~

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,

tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Sabtu, 03 Desember 2011

Welcome December

*pict from here

Pagi membangunkanku, dengan sejuta perasaan lain hari ini. Matahari bersinar cerah. Burung-burung berkicau seakan memberitahuku akan sesuatu. Lihat, bunga-bunga merah itu bermekaran, indah sekali. Bunga Desember.
Bunga yang selalu mengingatkan kita bahwa tahun akan segera berganti. Mekar seakan menunjukkan pada semua orang bahwa tahun ini telah mereka lalui dengan sejuta kenangan berharga. Akankah ku bertemu lagi dengan mekarmu yang merah di tahun yang akan datang? Semoga...
Ya, semoga...

Jumat, 02 Desember 2011

Science 2 Family

Halo blogger, udah berapa lama ya aku duduk di bangku kelas 11 SMA? Yang jelas udah lama banget setelah aku ngepost entri: tenfive and twentyfive are now be a part of me :) dan Hiruk Pikuk MOS dan Semua Suasana Baru.Masih ingatkah? *nggak deh kayaknya

Nah, setelah selama itu, aku baru ngeh kalo ternyata belum aku ceritain secara lengkap tentang kelas yang sekarang mulai bisa diacungi jempol ini. Jelas lah, kita udah hampir satu semester bareng-bareng, aneh aja kan kalo nggak akrab-akrab. Kelas kita ini, 11 IPA 2, dijuluki 11 IPS 5 oleh guru-guru. Duh! Emang sih, awalnya kita nakal banget *kita?. Guru-guru marah dan protes sama kita sekelas. Tugas lelet, ulangan jeblok, ruang kelas berantakan, aaaaaaaaaaah jadilah julukan kelas 11 IPS 5 itu jatuh pada kita. Di 25 kan kelas IPS cuman sampe 4, jadi yang ke-5nya, ya kelas kita.

Tapi, itu dulu...
Nggak tau kapan sih pastinya kita mulai berubah menjadi lebih baik. Yang jelas, ada beberapa kejadian yang menurut aku bikin kita sekarang makin kompak.

Aku lagi asik bercanda di baris kedua bangku paling belakang sama Ita sambil nyoret-nyoret kardus bekas tugas PLH. Temen-temen yang lain juga lagi pada ribut banget. Tiba-tiba Tommy masuk sambil ngegebrak meja.
"Hey! Ribut banget sih! Kita ini kelas IPA!!! IPAAA!!!", Tommy teriak. Kaget banget liat Tommy yang biasanya kocak dan mukanya lucu ga nahan bisa marah dan semengerikan itu -lebay-.
"Dua taun loooh", entah Riyadh atau Igo yang ngomong gini.
Habis itu Tommy ngebentak kita lagi, cukup panjang sih kata-katanya, tapi intinya dia menekankan pada kita bahwa "KITA INI KELAS IPA"
Hening sejenak, ga ada seorangpun yang ngomong lagi, tapi tiba-tiba dari luar kelas ada temennya Tommy yang bilang "Naon atuh Tom", dan Tommy ga bisa nahan ketawa, kita pun sekelas ikut ketawa. Parah banget deh pokoknya.

Pernah juga, bu Yeti protes karena kelas kita katanya bikin beliau dan banyak guru kecewa. Emang sih, banyak yang ga merespon kritikan bu Yeti itu, tapi aku cukup sadar kalo yang beliau bilang itu ada benernya, karena semua guru pun bilang gitu sama kita.

Satu lagi, Bu Diana wali kelas kita tercinta. Beliau, jujur aja, salah satu guru yang aku kagumi. Bu Diana bilang kalau rata-rata nilai ulangan kita paling rendah dari kelas IPA lain. Bu Diana juga udah pusing kayaknya dapet laporan dari guru-guru tentang kelakuan kita yang 'menyebalkan'. Tapi beliau sabar banget ngadepin kita, beliau selalu ngasih kita motivasi untuk maju. Dan bener, hasilnya kita jadi lebih kompak. Ngecat kelas bareng, ngerayain surprize party pas Bu Diana ulang tahun, ngerayain hari guru bareng, dan banyak yang udah kita lewatin bareng-bareng, padahal belum genap satu tahun kita sekelas.

Besok hari terakhir kita melaksanakan Ujian Praktek. Tadi kita ujian praktek senbud. Sebelum kelompok satu (kelompok aku) tampil, kita sekelas berdoa bareng. Alhamdulillah semua kelompok tampil baik dan maksimal. Setelah ke-3 kelompok di kelas selesai tampil, kita semua foto-foto. Rame banget, meskipun ada beberapa orang yang keliatan bad mood, gatau kenapa.

Bentar lagi UAS, semoga nilai-nilai kita memuaskan yah ;) Kita harus berdoa dan belajar terus.
Yaaaah semoga aja IPA 2 bisa makin kompak. Oh ya, ini pejabat-pejabat kelas yang kayaknya harus rada dikenalin hehehe.

Tommy Rahadian (KM)
Aliftsa Ibrahim (WKM)
Penina Tarigan (Sekretaris)
Diajeng Ayu (Bendahara)
Mustofa Saturinaryanto (Kebersihan)

Sekian deh, pastinya masih banyak cerita yang mungkin lain kali aku ceritain di sini. Keep kompak @scince2family

Minggu, 20 November 2011

HAPPY BIRTHDAY

Halo sayang, ini postingan khusus buat kamu, meskipun tadi udah ngucapin langsung juga sih...
ya semoga kamu bisa tambah soleh, ganteng, nurut sama ortu, dan jadi adik yang baik pastinya hehehe
Oh ya, ada sedikit kejutan nih, tapi perlu usaha untuk mendapatkannya. Check it ;)

- Cari benda berbentuk kotak besar di ruang tamu
- Setelah dapat, melangkah sebanyak 3 angkah ke sebeah kanan
- Lalu 3 langkah lagi ke sebelah kanan
- Lihat ke atas dan raihlah bitangmu :)

Selamat menikmati ;)

Senin, 14 November 2011

selingan...

Menunggu pesawat di gate 3 Changi Airport :) keren banget nih, ada free internet. Tapi sayang ga bisa lama-lama, soalnya selain pesawatnya udah hampir dateng, free internet ini cuman bisa dipake 15 menit. Hehehe udah dulu ya ;)

11:47 waktu Singapura (1 jam lebih cepat dari waktu Indonesia)

Jumat, 14 Oktober 2011

Pesan untuk Saudariku ♥

... السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)




Aku bukan Muslimah yang baik…..

ketika muslimah lain sibuk membaca dan mentabburi Al-Qur’an,
aku sibuk mendengarkan lagu picisan yang tak membuatku semakin dekat dengan-NYA.
Aku bukan muslimah yang baik…..
Ketika muslimah lain sedang sibuk sedang sibuk menambah hafalan-hafalan ayat-Nya, aku malah asik menghafal lagu-lagu yang melalaikan aku dari-Nya.
Aku bukan muslimah yang baik…..
Ketika muslimah lain makin memanjangkan jilbabnya,
aku malah semakin risih dengan jilbab panjang.

Aku bukan muslimah yang baik…..

Ketika muslimah lain sibuk menuntut ilmu-Nya,
aku malah sibuk dengan urusan dunia yang membuat jauh jarak dengan-Nya.

Aku bukan muslimah yang baik…..

Ketika muslimah lain malu menampakkan wajah dan fotonya,
aku malah sibuk meng-upload foto-fotoku agar bisa dilihat semua orang.

Aku bukan muslimah yang baik…..

Ketika muslimah lain berusaha menundukkan pandangannya,
aku malah sibuk memperhatikan wajah tampan yang bukan mahramku.

Aku bukan muslimah yang baik…..

Ketika muslimah lain menjaga hubungan dan jarak dengan lawan jenisnya, aku malah duduk berdekatan dengan pria.

Aku bukan muslimah yang baik…..

Ketika muslimah lain berbincang tentang hal-hal yang bermanfaat,
aku malah membicarakan aib dan jejelekan orang lain.

Aku bukan muslimah yang baik…..

Ketika muslimah lain menjaga kata-katanya dengan baik,
aku malah sering menyakiti hati orang lain dengan lisanku.

Aku bukan muslimah yang baik…..


Ketika muslimah lain belajar untuk terus mempercantik hati dan akhlaknya, aku lebih asyik memperindah fisikku saja.


Aku bukan muslimah yang baik…..

Ketika muslimah lain sedang berpuasa sunnah,
aku lebih memilih selalu mengenyangkan perutku.

Aku bukan muslimah yang baik…..

Ketikak muslimah lain bangun disepertiga malam untuk bermunajat pada-Nya,
aku lebih memilih berselimut dan tidur sepuasnya.

Aku bukan muslimah yang baik…..

Ketika muslimah lain sibuk untuk berda’wah dijalan-Nya,
aku lebih memilih santai dan menonton TV dirumah.

Aku bukan muslimah yang baik…..

Ketika muslimah lain sibuk ingin mendapatkan ridho dan cinta-Nya,
aku malah sibuk ingin mendapatkan sanjungan dan cinta makhluk-Nya saja.

Aku bukan muslimah yang baik……

Ketika muslimah lain gelisah disaat imannya menurun,
aku malah semakin lalai dengan dunia.

Ya….

Aku memang bukan muslimah yang baik,
namun aku berharap bisa menjadi seperti muslimah lain yang beristiqomah berjuang untuk mendapatkan cinta-Nya.

Ya Rabb ampuni muslimah yang tidak baik ini,

semoga Engkau senantiasa membimbing muslimah tidak baik ini agar menjadi lebih baik dihadapan-Mu….
Aamiin ya Rabb

Sabtu, 08 Oktober 2011

I said "No" (agak lebay)

Maaf
Hanya itu yang dapat kuberikan
Karena sulit bagiku untuk membagi cinta ini
Cintaku untuk-Nya pun belum seberapa
Lantas salahkah jika aku menolak untuk kembali membagi cintaku untukmu?
Kurasa tidak
Inilah keputusanku
Ku mohon jangan lagi kau tanya tentang hal itu
Jangan pula kau memaksa
Karena selangkah saja kau bergerak maju, aku bisa membencimu selamanya

Kamis, 22 September 2011

25 Berduka...

Siapa sih yang nggak bangga sekolahnya bisa menjadi wakil suatu pertandingan sampai tingkat provinsi? Melawan sekolah-sekolah lain dan mengangkat nama sekolah. Kebanggaan itu hilang sesaat hari ini. Kenapa??? Kenapa kenapa kenapa?

Tim sepakbola Jawa Barat yang diwakili oleh SMAN 25 Bandung kalah 0-1 melawan tim Sumatera Selatan. Aaaaah masih kurang rela nih, tapi gapapa, tim yang baik itu harus sportif bukan? ;) Well, here's the story began...

Hari ini siswa-siswi SMAN 25 gak diliburkan, yang gak nonton bola masuk seperti biasa jam 06.30, dan yang nonton bola harus kembali ke sekolah setelah pertandingan usai. Heuh, males banget kan? Hehehehe biasalah, penyakit para pelajar. Kami putuskan buat ikut nonton aja, lumayan refreshing bentar. Kami berangkat sekitar jam 6.15, bukan karena gak tau bahwa tempatnya jauh, tapi karena ada salah seorang dari kami yang telat. Oke itu nggak masalah, yang penting akhirnya kami sampai dan permainan baru berlangsung selama sekitar 15 menit.
Pertandingan berlangsung sengit pada babak pertama, kedua tim belum ada yang bisa memasukan bola ke gawang lawannya. Pernah sih, Jabar masukin, tapi ternyata offside. Teriakan gembira kami berubah menjadi teriakan kecewa. Mata kami juga sempat menangkap beberapa gerakan kasar lawan, entahlah...itu yang kami lihat, tapi wasit berkata lain dan kami sadar ialah yang berkuasa.
Babak berganti, di babak dua ini kedua tim mulai saling menyerang dan seringkali nyaris mencetak gol, namun tetap belum ada yang berhasil. Para pemain terlihat mulai lelah dan terkadang dilakukan pergantian pemain. Kartu kuning pun sempat diberikan kepada beberapa orang baik itu dari tim Jabar maupun Sumsel. 15 menit terakhir menjadi sangat menegangkan bagi kami karena belum satupun gol tercetak oleh tim kami maupun tim lawan, para siswa dan guru terus memberikan support. Kami meneriakkan lagu-lagu semangat dan do'a. Ketika permainan semakin sengit, tak disangka sebuah gol dicetak oleh pemain Sumsel ke dalam gawang Jabar. Sejenak terjadi keheningan, namun detik kemudian semua berteriak kecewa. Tapi kami akui, gol yang mereka cetak sangat mulus. Tendangannya berhasil mengecoh kiper kami sehingga bergerak ke arah yang salah. Tidak ingin para pemain putus asa, kami mulai bertepuk tangan kembali, memberi semangat. Tepuk tangan kami semakin pelan seiring waktu yang terus berjalan. 10 menit...5 menit...sampai wasit memberikan tambahan waktu 2 menit pun, tim Jabar belum bisa mengejar kekalahan. Kami mulai pasrah, namun tidak berhenti berdoa. Tapi kehendak Tuhan, siapa yang bisa melawan sih.
Emang belum saatnya Kita berhasil. Belum saatnya kita masuk final. Mungkin tahun depan...yah...semoga...
Waktu habis. Semua pemain terduduk di lapangan. Mereka menangis, begitu pun sang pelatih. Ya, kami mengerti. Mereka berlatih keras untuk membawa nama baik sekolah, dan mereka gagal dengan skor yang berbeda tipis di semifinal. Kami semua kecewa. Namun setelah itu kami mencoba menghibur para pemain yang terlihat sangat sedih, guru-guru membujuk mereka. Tapi kami tahu, semua butuh waktu. Guru-guru menyuruh kami kembali ke sekolah. Namun tak disangka, sekelompok anak yang belum pulang membuat keributan. Hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Memalukan. Tindakan sebagian kecil siswa itu mencoreng nama 25, seolah2 kami tidak sportif. Namun akhirnya hal tersebut dapat ditangani dan semua kembali normal.

Kita wajib bersyukur atas prestasi ini. Meski gugur di semifinal, namun prestasi tetap prestasi. Menang dan kalah adalah wajar dalam sebuah pertandingan. Atas dan bawah tidak masalah. Yang terpenting adalah kejujuran, semangat, dan sportifitas :)

HIDUP SMAN 25!!! HIDUP KOTA BANDUNG!!! HIDUP JAWA BARAT!!! HIDUP INDONESIA!!!

Senin, 05 September 2011

A Little Story

*pict from google


Gerimis masih turun di kota kecilku malam ini. Tetesan-tetesan air membasahi jalanan dan taman kota yang berada di depan bangunan tempatku berada. Aku duduk di lantai 2 sebuah kafe kecil. Sengaja aku memilih tepat duduk paling pojok. Lewat kaca jendela besar di sebelah kananku yang sedikit berembun, aku dapat menikmati pemandangan taman yang begitu indah. Lampu-lampu, bangku taman, pepohonan, dan bunga-bunga yang bermekaran, ah...rasanya tak akan pernah bosan aku berada di sini.
Kulirik secangkir kopi panas di depanku yang mungkin sekarang sudah berubah nama menjadi kopi dingin, sama sekali tak kusentuh cangkir tersebut sejak diantar oleh pelayan 1jam lalu. Kemudian pandanganku bergeser sedikit ke arah kanan. Sebuah laptop. Laptop yang sudah kuanggap sebagai sahabat sejatiku sendiri. Tersenyum aku membaca semua komentar di blog pribadiku. Di mana aku menuliskan segala isi hatiku. Semua itu membuatku merasa lebih berharga. Membuat aku merasa tak memiliki kekurangan sama sekali.
Sejenak aku melamun hingga seorang pelayan memberiku isyarat bahwa kafe akan segera tutup. Aku mengangguk dan segera mengemasi barang-barangku, kemudian berjalan santai ke arah pintu keluar. Tak lupa aku memberi senyum pada pelayan yang berada di samping pintu. Hujan rupanya telah reda. Aku berjalan pulang sambil memikirkan apa yang akan aku tulis selanjutnya. Tulisan yang bisa mewakilkan ucapanku. Agar aku tetap dapat mengungkapkan isi hati kepada orang lain meskipun aku tak dapat mengucapkannya. Agar orang yang bernasib sama sepertiku tidak berkecil hati dan percaya bahwa mereka pun bisa seperti orang-orang di sekitar mereka yang terlahir sempurna.

Rabu, 31 Agustus 2011

Hari terakhir...


*pict from google


Assalamualaikum blogger :D
Pastinya kita tau dong, bahwa hari ini adalah hari terakhir bulan Ramadhan, bahkan, ada sebagian orang yang hari ini sudah merayakan Hari Raya Idul Fitri. Wah, nggak kerasa, kurang dari 25 jam lagi kita akan meninggalkan bulan Ramadhan ini.
Huh...apa aja sih kebaikan yang sudah kita perbuat bulan ini? Apa aja nilai plus yang bisa kita raih di bulan penuh kemenangan ini??? Gujes...curhat dikit, aku ngerasa gagal. Aku merasa belum bisa berubah di bulan ini. Aku merasa belum bisa memanfaatkan waktu yang aku punya.
Yah...tapi kita sebagai manusia, cuman bisa berdo'a yang terbaik kan? Semoga masih bisa ketemu sama ramadhan di tahun depan. Hehehe, oh iya, gimana rasanya sahur terakhir tadi subuh? Taraweh terakhirnya juga gimana tadi malem? Hehehehe.
Dan jangan lupa, satu yang spesial di bulan Ramadhan tahun ini. Ulang tahun bangsa Indonesia yang ke 66. Jadi, tentunya kita harus menjalaninya dengan semangat 45!!! *bukan berarti sambil puasa kita perang ya

At last, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H, Minal Aidin Wal Faidzin :))
Satu lagi deng, hehehe : Selamat datang Bulan Syawal :))

Sabtu, 27 Agustus 2011

Saatnya kita dobrak!!!

Hello blogger, inget postingan terakhirku kan? Hihi. Taulah, lupakan saja. Mungkin di antara temen-temen juga lagi ada yang kacau kayak aku kemarin. Tapi, kita harus moving on ya, jangan terus berlarut-larut dalam keterpurukan *apa sih?
Kemarin itu sebenernya udah gelisah banget gara-gara beberapa hal. Tapi setelah mencoba tenang, dibawa relax, ngajakin adek main uno, main monopoli, blogging, y!m-an, fb-an, ngaskus, dan lain-lain akhirnya bisa lupa sejenak sama masalah. Nah, setelah tenang kayak gitu, manfaatkan ketenangan untuk cari solusi. Yah...meskipun solusinya belum tentu bekerja dengan baik, seenggaknya udah mencoba, dan inget satu hal: Tuhan gak pernah ngasih cobaan di luar kemampuan umat-Nya. Dan itu pasti. Jadi setelah dipikir, masalah ini tuh, kalo akhirnya berhasil aku pecahkan, bakal bikin aku jadi orang yang lebih kuat dari sebelumnya. Yah, semoga. Yang jelas aku gak bakalan tinggal diam. Harus MOVING ON :)

Kamis, 25 Agustus 2011

KACAU

Sori nih gujes sebelumnya kalo judul sama postingan kali ini rada nggak nyambung, soalnya lg badmood tp ga tau mau cerita ke siapa dan juga ga tau nyeritainnya harus gimana.

Freggy. Pernah denger kah? Oke, mungkin belum, tapi kalo Phlegmatic (sifat cinta damai) pernah kan? Nah, freggy itu sebutan lain dari sifat Phlegmatic ini, ya istilahnya mah nama bekennya lah...
Minggu-minggu ini, aku lagi kesel banget sama sifat itu. Sifat paling dominan yang aku punya. Saat butuh banget untuk ngeluarin pendapat, tapi ih ya ampuuuuuuuun susah banget buka mulut, ah! Jadi aja nggak jadi ngeluarin pendapat yang sangat brilian. dan ini nggak terjadi sekali, melainkan berkali2. :(

Ngulik. Nggak abis pikir sama kebiasaan satu ini. Udah tau, itu urusan orang, masih aja digali. STOOOOP! Tapi ga bisa, bahkan aku yakin mereka ga akan nyangka aku tau tentang mereka sebanyak itu. Abis suka gak nyadar sih, tau dikit tentang seseorang, langsung dicari sampe seluk beluknya, dikupas sampe botak!!! AH, jadi stress sendiri. Parahnya lagi, suka ga kuat pengen nanyain langsung ke orangnya, alhasil orangnya pun marah. Terus, setiap nemuin fakta baru, langsung ketawa sendiri kayak orang gila. Aduh aduh --"

Tuh kan, sekarang jd merasa bersalah sama blogger2 semua yg baca ini karena pasti nggak paham dan mungkin waktunya terbuang sia-sia setelah baca ini. Maaf ya sekali lagi maaf.

Udah dulu ya, ditunggu nih sama cucian piring yang udah menggunung di dapur.
Terimakasih untuk yang sudah menyempatkan diri membaca :)

Jumat, 15 Juli 2011

Hiruk Pikuk MOS dan Semua Suasana Baru

Susah deh rasanya buka mata pagi itu. Pagi di mana setiap pelajar harus kembali ke rutinitasnya setiap hari. Sekolah. Tapi mau nggak mau aku beres-beres juga sih, meskipun dengan malas dan lelet banget. Alhasil, jam 06:20 baru berangkat deh. Masuk jalan Baturaden, suasananya udah beda. Banyak banget anak-anak SMP, kalau biasanya cuman anak 48 aja, hari ini tuh dari berbagai SMP. Nah, baru inget deh aku kalo hari ini udah jadi kakak kelas, hihihi. Bukan cuman itu, di tiap tikungan, anak-anak OSIS udah stand by buat ngawasin kalau-kalau ada anak kelas 10 yang diantar ortu atau nggak berdandan sesuai perintah. Jadi inget tahun lalu, waktu aku yang ngalamin MOS ini, suka dukanya kenalan sama temen-temen baru, tatib yang galak, dsb. Ih nggak kerasa ya? Perasaan baru kemarin aku ngepost postingan ini: tenfive and twentyfive are now be a part of me :) eh taunya udah setaun, hahaha.
Sampai di gerbang, liat pengumuman kalau ternyata anak-anak kelas 10 sekarang masuknya jam 7! Wih, sirik banget! Jamannya aku masuk jam setengah 7 dan hukuman buat yang telat itu sungguh mengerikan *agak berlebihan. Setelah beberapa saat merhatiin anak-anak baru di lapangan upacara, aku masuk lebih dalam ke areal sekolah dan langsung ketemu sama 2 sahabatku, Irma dan Nina. Kita langsung kangen-kangenan di depan papan pengumuman gitu deh. "Eh nin, kita sekelas kan?", aku langsung nanya ke Nina buat mastiin. Dia ngangguk. Irma langsung memandang kita dengan tatapan sirik, hihihi. Setelah itu langsung deh kita merapat ke papan pengumuman buat liat nama-nama temen baru kita di kelas. Jari-jariku langsung nelusurin nama-nama itu dengan gerakan cepat.
Erik, Fazril, Rida, Ratna. 'Ih, cuman berlima dari x5! Ga asik ih!', berbagai umpatan langsung diucapkan, halah, tapi semua itu ga akan merubah keputusan sekolah sih. Tapi di IPA 2 aku juga sekelas sama Nina. Kata orang, kita itu mirip, padahal gatau deh mirip dari mananya, paling kacamata dan rambut kali ya, hahaha.
Kita suka sengaja diem di depan kelas kalau ada anak-anak kelas 10 yang lewat, biar merekanya ngasih salam, hihihi. Mereka itu ada yang sopan, ada yang ramah, ada yang malu-malu, sampe ada yang cuek bahkan yang keliatan belagu pun ada. Jadi geli sendiri ngeliatnya.
Kita juga demo DKM, semoga aja tahun ini anggotanya makin banyak yaaa :)

Besoknya aku sama Nina telat! Kirain, masih nggak belajar, taunya pelajaran pertama udah dibagi kelompok matematika sama Bu Ida. Berhubung udah telat 1 jam, kita pun mabal! Duuuh, tapi dasar anak baik, mabalnya ke perpustakaan, hihihi. Bukan mabal sih, daripada kena marah dan jadi bahan tontonan anak sekelas, apa kata dunia coba? Makanya kita lari ke perpus, dan sialnya, perpus tutup! Ada yang bisa tebak nasib kita selanjutnya??? Zzzzzz' kita berdua duduk di depan perpus sambil sesekali ngelirik jam di hp. Anak ilang banget deh, sampai akhirnya Irma nyamperin dan ngajak kita ke kelasnya. Tapi tetep aja gak berani gara-gara takut keliatan sama bu Ida yang masih nongkrongin kelas kita. Eh, ada Rahdam sama Dendy. Kita ngomongin jalan-jalan bentar, terus melakukan pengintaian lebih lanjut ke kelas, sampai akhirnya Bu Ida keluar dari kelas dan masuk ke kelas Irma. MERDEKAAAA XD. Maaf Bu, bukan apa-apa, cuman lega karena bisa masuk kelas dengan sukses aja, hehe. Setelah masuk kelas ga ada pelajaran lagi sih sampe pulang, jadilah kita kenalan dan mulai pada menjalankan aksi sok kenal sok deketnya, tujuannya sih, biar punya banyak temen, hehe. Dan, yang bikin stress hari ini, semua anak cewek di kelas pada suka KOREA. SEMUA, ulang, SEMUA!!! Ada sih, satu anak yang ga suka korea...siapa??? AKU. Gila....bisa jadi kambing conge setaun nih, ah tapi...kan gak mungkin juga mereka ngebahas korea setaun penuh, jadi masih bisalah aku nyempil-nyempil dikit, hihihi.

Rabunya, aku telat LAGI! Sama Nina lagi. Pas kita masuk ga kebagian kursi, ah nasib, padahal sama-sama bayar SPP DSP kan? Tapi akhirnya kita dapet kursi guru yang lebih elit gitu deh *udik hahaha, meskipun duduknya paling pojok. Pas istirahat kita saling tuker nomor hp, terus mulai ejek-ejekan deh, anak-anak pada ngatain aku sama Nina itu kembar kayak UPIN IPIN. Oh God, why must UPIN IPIN? Udah tau aku tuh ga suka upin ipin, haha, entahlah, membingungkan...mirip aja kagak. Terus pas pelajaran Biologi, bu Lilis nanya: apa mimpi kalian? Ada yang jawab tentara, polisi, guru, dokter *kebanyakan sih dokter, sukses dunia akhirat, bahagiain ortu, dan...aku jawab dengan tegas: MIMPI SAYA ADALAH MENJADI SEORANG INTERNET MARKETER DAN SEORANG PENULIS. Aamiin *dalam hati. "Ya, bagus sekali...", itu tanggapan bu Lilis. Suka deh sama guru yang suka ngasih motivasi kayak gitu.
Pokoknya, sejauh ini kelas IPA belum semengerikan cerita kakak-kakak kelas yang pindah dari IPA ke IPS. Tapi aku yakin bahwa ini yang terbaik dan pasti bisa dilewati dengan usaha dan doa.

Udah dulu deh, semoga di taun ajaran baru ini kita jadi makin maju dan lebih baik dari sebelumnya ya :)

Kamis, 23 Juni 2011

Kau...


Aku nggak tau apa yang sedang ada di pikirannya saat ini. Aku juga nggak tau apa yang sedang dia lakukan. Tapi kenapa hati ini bilang kalau dia sedang menunggu? Atau...mungkin itu hanya harapanku. Aku terus berpikir, apakah keputusanku ini tepat? Aku ingin semua bahagia, namun kau harus berkorban untuk menunggu, meskipun aku tidak yakin kau sadar bahwa kau sedang kubuat untuk menunggu sesuatu. Ah, Tuhan... Aku ingin dia menunggu. Aku ingin dia resah sebelum sesuatu itu datang. Aku juga ingin dia sedih, tak peduli meski ia harus menangis sekalipun.

Namun, setelah sesuatu itu datang...Aku ingin dia tersenyum. Aku ingin dia melompat. Aku ingin mendengar bahwa ia berbahagia. Apakah salah bila aku mengharapkan kebahagiannya dari sesuatu yang mungkin tak berharga itu? Semoga dia mengerti. Atau setidaknya...semoga dia bahagia. Itu saja. And I hope it will be the last.

Sabtu, 18 Juni 2011

Sanggar

Huuh...bingung mau ngucapin kata apa. Setelah lama ninggalin sanggar tercinta, aku ngerasa kehilangan banget sama rumah keduaku itu. Penuhnya kegiatan akhir semester bikin aku ga sempet ke sanggar. Belum lg TC Jamnas, acara keluarga, dan lain-lain.
Hmm...jadi keinget masa SMP lagi nih. Terutama Pramukanya. Main ke sanggar tiap pulang sekolah, main sampe sore. Ah. Kangen. Di SMA, aku ga nemuin sanggar dan semua isinya. Aku kangen berat sama edel. EDELWEISS. Dari mulai dulu pas masih lengkap...sampai sekarang tinggal Widya (tp udah penegak), aku, dan Putri.

Tapi...pas tadi aku buka FB, gak tau kebeneran atau apa, aku nemu albumnya Wiwid. Semua foto di sana sukses bikin aku kangen berat sama mereka. Ya. Siapa lagi kalo bukan adik-adikku di sanggar. Sebagian besar dari mereka kelas 8, sisanya kelas 9 dan 7. Putri, yang sekarang kelas 9 (sebenernya udah lulus sih, cuman karena blm jd kls 10 msh aku anggap kls 9 ya) seumuran sama aku, beberapa kelas 8 juga ada yg seumuran. Nah, tapi yg bener2 kerasa 'adik' itu yg pada kelas 7. Mereka bener2 ngingetin aku sama masa2 dimana aku masih jd anak kelas 7, br mengenal Pramuka, dan masih polos.

Pokoknya, mereka semua adik-adik hebat yang kelak bakal jadi generasi penerus yang berguna buat bangsa ini (aamiin).

Here they are :')


 -syara-


  
-aji, hanif-

 

-biyya-


-farhayn-


 -biyya, lulu, wiwid-


 
 -aji-


 -prima-


-aji, putri, prima, hanif, biyya-



 -lulu-


-farhayn-


-hanif, prima-


-mila, wiwid, biyya-

Jangan lupain masa-masa kalian ini ya...aku aja sirik liatnya. Serasa pengen jd anak SMP lg. SMA emang asik, tp ada suasana di SMP yg gak bisa aku temuin di SMA, dan sebaliknya. Jadi, lewatkan masa-masa itu dengan gembira :D

Rabu, 15 Juni 2011

Banjir pertanyaan (ngopy banget)

Yeah, dapet dr blog kak Zhi, hihi. Kayaknya asik buat jadi pelampiasan stress UKK hahaha :)) Copy aja ya buat yang berminat...

Caranya mudah:

  • Copy semua isi notes ini ke notes yang ada di profil kamu (kalau mau copas aja postingku, karena bukan di FB jadi namanya posting)
  • Tulis semua jawabanmu (jangan jawabanku)
  • Beri judul terserah keinginan
  • Tag 25 orang lainnya (termasuk aku -supaya bisa membaca hasilnya, kan bukan FB jadi gausa ditag wkwk)
  1. Lagi apa ? (Jawab pertanyaan)
  2. Kenapa? ( Soalnya udah 1minggu ngejawab pertanyaan2 susah, nah kan tumben ada soal yg jawabannya semau gua gini hahaha)
  3. Suka warna apa? ( IJOOOO, jilatin tuh ijo! )
  4. Nomer hp ? ( 081234567890, female-Indonesia-15 *ngelantur )
  5. Perasaan saat ini ? ( Pengen nonjok orang )
  6. Alasannya? ( Paus and Paox $$ *ups )
  7. Film yang disukai ? ( Gatau, gua gak punya tipi...huuuuuuu T-T )
  8. Baju yang sedang di pakai ? ( Kaos putih gambar yg lg dua duaan, gajah! )
  9. Jam berapa sekarang ? ( 18:52 jam kompi, 19:01 jam dinding, 18:54 jam hp )
  10. Disebelah kamu siapa ? ( Ada ibu )
  11. Lagi apa ? ( Lagi tetelfonan ama bude )
  12. Pengen apa saat ini? ( Pengen nonjok orang --v )
  13. Hari ini kemana aja ? ( Terminal angkot, sekolah, wc, kamar, dapur, masjid )
  14. Hari ini ngapain aja ? ( UKK, marahin orang yg nyontek hahaha, curhat panjang lebar sama Nina :) )
  15. Makanan kesukaan ? ( Apa aja yg penting halal 100%, SD banget deh, haha )
  16. Binatang kesukaan ? ( Ikan )
  17. Kamu anak ke ? ( Satu )
  18. Dari berapa bersaudara ? ( 2 bersaudara )
  19. Punya ade ? berapa ? namanya ? ( Punya, satu, Ilman )
  20. Punya kaka ? berapa ? namanya ? ( Ga punya, nol, no name )
  21. Acara tv kesukaan ? ( Gua kagak punya tipi, nasiiibbb deh ah -jangan percaya- )
  22. Hal yang diimpi2kan ? ( Jendela. Eh seriusan, bukan gara2 nonton rumah tanpa jendela, tapi emang dr orok -lebe- gua pengen punya jendela di kamar T-T )
  23. Cita cita kamu ? ( Internet Marketer, Blogebrity, Teacher -kalo jd guru gua ga akan ngomong kasar, neko-neko, dan tentunya gak mata duitan!- )
  24. Tempat favorit ? ( Tempat jemuran, kamar, depan kompi )
  25. Benda fav ? ( Kompi, HP, buku, gitar )
  26. Kalo jadi artis mw ? ( Nggak usah makasih, sekarang aja fans udah numpuk apalagi kalo udah jadi artis *plakkk banget! )
  27. Teman kamu siapa aja ? ( Banyaaaaaaaaaak masa mau diabsen )
  28. Sahabat ? ( Temen gua, sahabat gua juga )
  29. Kecengan/ gebetan ? ( Mau dikenalin? Silakan tengok ke kebon binatang )
  30. Yang suka sama kamu ? ( Wah ga usah ditanya, pada ngantri tuh *plakkkkkkkkkk banget nget ngetttt )
  31. Sekolah kamu dimana ? ( SMA Negeri 25 Bandung )
  32. Anak2 disekolah kamu kaya gimana ? ( Ada matanya, hidungnya, mulut, telinga, eh...salah ya hehe )
  33. Lagi kangen seseorang ? ( Hihi, jadi mayuuuuu -please deccc- )
  34. Siapa? ( Si....si....uk )
  35. Mantan2 kamu siapa aja ? ( Dari A-Z semuanya ada, hehe bercanda deng )
  36. Hubungan dengan mereka? ( Mereka masih ngejar-ngejar gitu deh, gaaaa jangan percaya!!!! )
  37. Hp kamu merek apa ? ( SE )
  38. Tanggal jadian kamu ? ( 17 Agustus 1945 )
  39. Tanggal jadian sama mantan? ( Masa kamu ga inget sih saaaay? Katanya aku mantan terindah kamu...*ups sumpah bercandaaaaa )
  40. Cowok yang sms kamu terakhir kali ? ( Hantu pake nomornya Hilman )
  41. Isinya apa ? ( "Assalamualaikum" -baru tau hantu bisa nge sms- )
  42. Yang sms itu siapa? ( Temen sekelas )
  43. Cewek yang terakhir kali sms kamu ? ( Penina )
  44. Isinya apa ? ( Jgn kya gtu atuh Nad...***** msh lbh baik drpada ***** -maaf banyak sensor hihi- )
  45. Yang sms itu siapa ? ( Temen kelas sebelah )
  46. Pacar kamu siapa ? ( Alhamdulillah ga punya )
  47. Orangnya gimana ? ( Gua bukan peramal cuy kagak tau ntar masa depan kayak apa )
  48. Berapa lama sama dia ? ( Semoga selamanya deh )
  49. Merasa bersalah sama seseorang ? ( Banggggeeeeeeeet )
  50. Sama siapa ? ( Temen SMP, ah inget lg deh T-T )
  51. Kenapa memangnya ? ( Ngebohongin diaaaa, huaaaaaa )
  52. Yang terakir kali ngewall ke kamu ? ( Kalo ga salah namanya Rizky )
  53. Siapa dia ? ( Nggak kenal -_- )
  54. Foto yang terakhir kali kamu upload ? ( Foto Einstein lg megang PBI )
  55. Punya berapa tv ? ( Idiiiih dibilang gak punya ngotot deh )
  56. Kamu tau anoa ? ( Tau! Gini2 otaknya masih clingclong hahaaha )
  57. Tau babi ? ( ngoook ngooookk )
  58. Ada berapa jumlah murid dikelasmu ? ( Dulu 42, sekarang 41 )
  59. Kamu absen ke…? ( Dulu 25, sekarang 24 )
  60. Berapa jumlah murid disekolahmu ? ( 1000 kali? Niat amat yg ngitung... )
  61. Ada yang ingin dimakan ? ( Bentar deh, dr sekolah2an kok 'ojol-ojol' ke makan?? )
  62. Apakah itu ? ( Seriusan ini teh? Oh...yaudah deh telor ceplok )
  63. Banyak tugas ? ( Tugas sih kagak, remed iyaaa )
  64. Tugas apa saja ? ( Huuuh jgn ingetin lg deh )
  65. Pengen liburan? ( Mauuuu gratis gak nih? hehe )
  66. Kemana ? ( Ke mana aja deh asal jangan belakang sekolah lagi...belakang sekolah lagi... )
  67. Pengen ke suatu tempat ? ( Pengeeeeeennnn )
  68. Kemana ? ( Ke tempat kayak di posting gua yg judulnya Green Grass and Blowing Wind )
  69. Kalo udah di tempat itu mau ngapain ? ( Bangun rumah di sana )
  70. Merasa ngantuk ? ( Yahhh sedikit )
  71. Besok mau ngapain ? ( Remed, wish me luck. Armed banget deeeh )
  72. Takut kecoa ? ( Kecoaaa? Sorry ya gak level *belagu abis )
  73. Phobia sama apa ?? ( Kucing, cicak, dan terbang -rada gak nyambung sih yg ini- )
  74. Lagu yang ga pernah bosen kamu denger ? ( The Beatles pastinyaaaa )
  75. Hal paling bodoh apa yang pernah kamu lakuin ? ( Hal bodoh? Gak pernah kali yaaa, sok sok an banggggeeeeet )
  76. Klo waktu bisa di putar ulang, kamu mw putar ulang dari kapan ?? ( Dari lahir aja sekalian )
  77. Kapan waktu terasa bgt buat kamu ? ( Pas lg nunggu sesuatu sendirian )
  78. Klo ngupil udahnya dikemanain ?? ( Ditumpuk sampe tinggi, hahaha )
  79. Klo kentut enaknya posisinya kaya gimana ? ( Miring! Huahahaha )

  80. Waaaaah capek juga ternyata, tapi...cukup menghilangkan stress Uka Uka, haha :D See you later :)

Minggu, 12 Juni 2011

DRAMA SANGKURIANG - part 2

DRAMA SANGKURIANG - part 1

Seperti yang saya janjikan, hehe, nih video drama Sangkuriang yg sebelumnya sudah diedit :) enjoy watching :) -part selanjutnya menyusul-


Jumat, 10 Juni 2011

Teman - Masalah

Hello guys. Duh, lg ga bersemangat nih, haha. Tapi kata si mel, hrs tetep semangat! hahaha :) Gini loh, belakangan...aku lg banyak masalah. Tapi di lain sisi, aku juga seneng, nah loh? Yaaa mungkin suatu saat (apadeh) orang yang bikin aku dan temen2 risih itu bakalan baca kali ya, jadi apa salahnya curhat di sini...

Seneng banget punya banyak temen, apalagi temen2 deket yang solid, baik, loyal (sedikit ngopy bahasa Nina), care, yaaah...yg seperti itulah. Dan kalo udah nemu temen yg kayak gitu, gimana kita nggak betah coba? Itu dia yang aku rasain sekarang. Mungkin, hampir semua temen deketku kayak gitu ya, MUNGKIN, hehe (penerbangan idung masal).
Di sekolah, aku lagi deket sama seorang temen yang kelasnya sebelahan. Mungkin temen2 blog yg jg sesekolah sama aku tau lah siapa orangnya. Dia baik dan memenuhi kriteria sebagai teman yang baik deh pokoknya. Kita punya banyak kesamaan, dan selalu bisa bertukar informasi, hahaha ;) Eit, tapi kita juga punya perbedaan loh. Namun dengan adanya perbedaan itu, aku ngerasa makin punya dunia yang warna-warni dan menyenangkan. Kita tetep saling menghargai dan mengerti, nempeeeel deh sampe pada ngejekin 'kembaran' hahaha :) katanya sih kita mirip.
Cuman yang aku heran, ada beberapa anak kelasnya yang keliatan agak gimanaaa gitu sama aku dan temen2 yang deket juga sama temenku itu, dan itu bikin kita risih! Hmm...gimana yah? Bukannya kita berprasangka, tapi memang aneh aja tiap diliat sama orang itu, kayak si orang itu tuh memendam dendam bertahun2 hahaha, lebay juga sih.
Sebelumnya, aku minta maaf deh sama anak2 kelas sebelah yang mungkin merasa kita ngambil temen kalian itu. Tapi jujur deh, kita ga pernah maksud seperti itu. Aku juga malahan sering banget ngingetin temenku itu biar gak lupa sama temen2 kelasnya, tapi ya...gitu, kadang2 dia suka keasikan ngobrol bareng kita. Dan anehnya, ada satu anak kelas sebelah yang keliatan ga suka banget sama salah satu temenku yang deket juga sama temenku yang kelas sebelah itu. Tiap temenku lewat, dia melototin dan ngeliatin bahwa dia ga suka. Duuuh salah apa kita sama anak2 kelas sebelah???
Tapi...sekarang udah nggak separah itu sih, soalnya mungkin temenku itu udah bisa mengimbangi waktu untuk ngobrol sama kita, dan untuk ngumpul temen2 kelasnya. Dan aku juga lg ngusahain buat kenalan sama lebih banyak temen lagi, terutama kelas sebelah, hehehe :) maksudnya, ya biar pandangan mereka tentang aku yang lama itu, yang mungkin mereka anggap sebagai 'penculik' bisa terhapus...hahaha.
Sekali lagi maaf ya...Habis kalian nyulik kembaranku sih, hehehe bercanda :D
Keep smile and gahol!!!! :D

Jumat, 03 Juni 2011

SANGKURIANG

Hahaha, morning blogger :) Dari judul, kesannya aku mau cerita tentang kisah Sangkuriang gitu ya? Haha, bukan...Aku mau cerita tentang Ujian Praktek Seni Budaya, dan kebetulan, kelas X-5 kebagian bawain DRAMA SANGKURIANG :)
Oke, pas pertama denger ujian prakteknya drama, aku mikir..."naon sih? ga penting pisanlah pake drama2 segala..." dan semua sepertinya berpikiran sama. Tapi demi nilai... ya okelah, kita siap.
Minggu pertama kita masih santai alias hare-hare ngejalanin tugas ini, rada ga niat gitu, sampai akhirnya pembagian tugas dan seksi-seksinya pun selesai.
Sangkuriang besar : Yudo Prasetya
Sangkuriang kecil : Rahdam Negeria
Dayang Sumbi : Aghnia Fadlan
Raja : Erza Aulia
Ratu : Melinda Rahman
Tumang : Hilman Kusumah
Sisanya jd pengawal, pangeran, rakyat, jin, dayang-dayang...dan...aku jadi DOKUMENTASI. Hahaha, kayanya pas banget deh, karena kebetulan aku lagi males tampil. Dokumentasi itu kan ga boleh tampil nantinya karena harus mengabadikan acara dari awal sampe akhir.
Banyak banget masalah, adaaa aja yang gak bisa diatur, kebanyakan sih tim sukses *ups. Gak cuman itu, kita juga kadang ga dapet kunci kelas pas mau latihan, ga ada speaker, pengen cepet pulang, wah, banyak banget deh...Tapi, pada hari H, Alhamdulillah semua lancar. Wahahaha. Dan dokumentasi pun, berhasil mendokumentasikan acara dari awal sampe akhir. Malah, sampe ada sesi wawancara segala. Nah, rencananya minggu ini video behind the scene sama hari H nya udah beres. Ntar kalo sempet dimasukkin YouTube dan Blog juga kok :) Sementara, ini dia foto-fotonya dulu...































Sabtu, 21 Mei 2011

Janji Mama

Haca memandangi sebuah boneka teddy bear besar di dalam toko mainan di pinggir jalan yang sedang ia lalui.
"Sabar ya sayang, nanti kita pasti beli kok...", ujar mamanya iba. Hari itu mama Haca lupa membawa dompet. Lalu, seorang anak seusia Haca masuk ke toko tersebut bersama ibunya dan keluar membawa teddy bear yang Haca inginkan. Haca terus memandangangi sedih anak tersebut hingga mama menuntunnya pulang.
***
Satu bulan kemudian, mama dan papa Haca ditugaskan untuk bekerja di Singapura selama satu minggu. Meskipun sudah sering ditinggal bekerja dalam waktu yang lama, kali ini Haca agak rewel. Mungkin karena lokasinya yang jauh.
"Ma...jangan kerja mulu dong, ntar Haca main sama siapa?", ujarnya manja saat mama sedang menyiapkan barang-barang bawaan pada malam sebelum berangkat.
"Kan ada Bik Suci sayang...lagipula kamu kan harus sekolah, kalau di rumah sepi, ajak main aja temen-temenmu ke rumah...", jawab mama lembut. Melihat Haca yang masih murung, mama pun merayunya kembali. "Hmm...gimana kalau mama kasih oleh-oleh?!", seru mama bersemangat sambil mencubit gemas pipi Haca, "Nanti mama beliin teddy bear besar kayak yang di toko waktu itu deh...yang lebih bagus malahan!", lanjut mama. Senyum Haca mengembang. Ia memeluk mamanya seraya berkata, "Asiiiikkk, makasih ya ma...", tiba-tiba ia melepaskan pelukannya dengan dahi berkerut. "Tapi...mama nggak bohong kan? Mama janji kan mau beli boneka itu buat Haca?", ia memastikan. Mamanya mengangguk dan mengangkat kedua jarinya, "Janji bos!".
"Oke deh ma, Haca juga janji, pas mama pulang minggu depan, rumah kincloooonggg! Hehehe..."
Namun, malam itu Haca tetap tidur dengan gelisah, sesuatu mengganjal di hatinya.
***
Tak terasa seminggu sudah orang tua Haca bekerja di Singapura. Hari-hari telah berhasil Haca lalui dengan mengajak teman-temannya bermain ke rumah, bersepeda, atau pun kegiatan lainnya. Sesuai dengan janjinya pada mama, siang ini Haca bergegas pulang dan mendapati Bik Suci sedang menyapu.
"Bik...Bik Suci...Haca aja ya yang nyapu...", serunya bersemangat.
"Wah, susah ini non...Non Haca ngelap kaca aja, nih udah bibik siapkan. Tapi Hati-hati ya...", jawab Bik Suci. Haca mengangguk dan segera mengerjakan tugasnya tanpa banyak bicara.
***
Semua pekerjaan selesai. Haca bersandar di sofa karena lelah. Angin yang berhembus dari jendela di ruang keluarganya membuat ia tidak dapat menahan rasa kantuk hingga akhirnya terlelap.
"Kriiinngggg", dering telepon membangunkan Haca. Ia mengangkatnya sambil masih terkantuk-kantuk, "Halo?".
"Dengan dek Haca ya? Maaf ini Om Aji, teman papa Haca...", ujar orang di seberang. Haca berpikir mengingat-ingat wajah orang bernama Om Aji itu sampai memorinya menangkap sebuah wajah berwibawa yang ia ingat pernah berkunjung ke rumahnya beberapa waktu lalu. "Pesawat yang ditumpangi mama dan papa Haca mengalami kecelakaan. Semua penumpang meninggal termasuk mama dan papa..."
Haca terbangun. Mimpi tadi sukses membuat air matanya mengalir deras. Bik Suci datang dan terkejut.
"Ya ampun non...Ada apa?"
"Haca...hiks, mimpi...Mama dan...papa...hiks, meninggal..Huaaaaa", tangisnya pecah.
"Oh...Nggak kok non, itu cuman mimpi, mama dan papa pasti baik baik aja kok...", bik Suci menenangkan.
"Kriiingggg...", tiba-tiba telepon berdering. Bik Suci segera mengangkatnya. "Apaaaa?!", serunya terkejut. Kemudian ia memandang Haca sedih.
***
Panti Asuhan Bahagia terlihat lebih ramai pagi itu. Tentu saja karena kehadiran Haca yang akan segera menjadi penghuni baru panti tersebut. Bik Suci sudah tidak mampu membiayai sekolah Haca setelah membiayainya selama satu tahun sehingga akhirnya Haca ia titipkan di sana.
"Hey, namamu Haca kan? Aku Rima...", seru anak yang sekamar dengan Haca ramah. Haca mengagguk. "Kamu tau nggak, Haca itu nama teddy bear kesayanganku loh...", lanjutnya.
"Oh ya?", seru Haca bersemangat. Ia memang masih mengharapkan sebuah teddy bear karena tragedi kecelakaan pesawat tahun lalu membatalkan semuanya. "Kenapa dinamakan Haca?"
"Tahun lalu, aku jalan-jalan di pantai waktu sedang liburan, aku lupa nama pantainya apa, tiba-tiba aku nemuin kotak plastik besar yang akhirnya aku bawa ke rumah...dulu sih aku masih punya rumah...hehe", tawanya mengenang masa lalu sambil memperlihatkan boneka teddy bear besar kepada Haca. Haca tersentak sebentar, setelah itu tersenyum. Haca tahu benar bahwa sebenarnya inilah boneka yang akan diberikan mama padanya. Mirip sekali dengan yang ia lihat di toko, dan di belakangnya tertulis 'Haca'.


(Yeah, cerpen pertama -yg berani dipost-! Akhirnya berani ngepost juga karena sebelum2nya selalu dihapus lagi setelah dipost, sekarang belajar pede sedikit biarpun masih jelek banget, haha. Kritik saran makian pujian dan lain-lainnya ditunggu banget ya, thanks before kawan ;))

Sabtu, 30 April 2011

The Power of Words


Blogger! Hehehe...setelah masalah clear, jadi semangat lagi deh buat ngepost. Nah, kali ini, aku mau share tentang sebuah video di YouTube. Gini ceritanya...
Ada seorang pengemis buta. Dia duduk di trotoar, di sebelahnya terpangpang sebuah kardus bertuliskan "I'm blind. Please help". Orang-orang yang melewatinya jarang memberi ia uang, hanya melirik sebentar, kemudian berlalu. Kalaupun ada yang memberi uang, itu hanya sedkt. Lalu, ada seorang perempuan berhenti di depan pengemis itu. Pengemis buta itu merasa ada orang yang berhenti di depannya, ia meraba sepatu orang yang berdiri di depannya untuk memastikan bahwa di depannya memang berdiri seseorang. Perempuan tersebut, tanpa berbicara mengambil kardus di sebelah si pengemis, lalu membaliknya dan menuliskan sesuatu, kemudian menyimpannya kembali. Sang pengemis buta heran karena setelah orang di depannya pergi, orang-orang yang lewat selalu memberinya uang. Hmm...mau tahu apa yang di tulis perempuan tersebut di belakag kardus si pengemis? Ya, sebenernya gak jauh berbeda artinya, hanya, pemilihan katanya lebih menyentuh. "It's a beautiful day and I can't see it". Kesimpulannya, kata-kata itu bisa merubah pandangan orang terhadap suatu hal. Change your words, change your world.
Buat yang mau liat videonya, ini nih... The Power of Words.

Rabu, 27 April 2011

Tuesday

Malam bloger. Hmm...sedang ingin nulis, tapi gak terlalu banyak inspirasi nih, gimana ya? Akhirnya ada ide deh buat cerita hal2 kecil yg dalami hari ini>>>

Hari ini bosen. Gimana enggak, dar 6 pelajaran, cuman 3 guru yang hadir, duh, berasa nggak jelas banget deh. Luntang lantung gitu di kelas. Terus sedang ada kesalahpahaman juga nih diantara beberapa orang yg melibatkan orang lain dan jadi pusng, hahaha, padahal aslinya masalah sepele, coba aja kemaren aku gak nanyain lebih lanjut ke 'juru kunci'nya, pasti gak jadi panjang deh -_- hahaha.

Terus, tadi itu loh, pas pelajaran biologi, bu Melani marah. Yaaa bukan marah juga sih, cuman keliatan udah kesel dan nggak sabar banget sama kelakuan beberapa anak kelas (terutama satu barisan yg palng kanan) yang ulahnya udah diluar batas (menurut kita sih).

Nah, satu lagi nih yang paling aku suka dari hari ini. Sektar 6 bulan yg lalu nih, kan ada pesantren kilat di sekolah, ada mentoringnya juga. Nah, di mentoring itu kita disuruh nulis beberapa keinginan kita. Aku tulis 20 keinginan. Kertas berisi keingnan2 kita itu harus ditempel di suatu tempat yang sering kita lihat, aku tempel deh di suatu tempat (secret, hehe), katanya, setelah berapa lama pasti keinginan2 itu ada yg tercapai. Aku percaya aja sih, soalnya masuk akal. Otomatis kalo kita liat kenginan2 kita itu kita bakal makin terpacu buat mencapainya dan jika kita berusaha pasti berhasil dengan izin Allah. Dan benar, setelah aku perhatikan kertas itu baik baik, kurang lebih setengah dari kenginan2 yang kutulis telah tercapai. Alhamdulillah... seneng banget pastinya. Dan sekarang aku makin termotivasi lagi buat selalu bermimpi dan berusaha menjadikannya nyata! (sebenernya sih ini topik utama kita hari ini, hehe)

Sekian dulu deh, malam blogger... :)

Rabu, 20 April 2011

Tutorial Photoshop (Membuat Header Blog)

Kali ini, materinya tentang cara membuat header blog. Cie, udah berasa pemateri aja nih, hehe. Sebenernya ini request dari Melinda, tapi jadi kepikiran untuk share sama semua sobat blogger jg deh (nah kan ketularan bahasanya Mel, hihi).

Ini dia langkah-langkahnya :
-Buka Photoshop
-Klik File
-Pilih 'New'
Rubah semua ke dalam cm seperti gambar di atas. Widthnya 20 cm, dan Heightnya 6 cm. Resolutionnya cukup 96 aja (yg gambar di atas kesalahan teknis ^^v).
-Klik 'Ok'

Nah, kita sudah punya lahan seluas 20x6 cm, tinggal mau
kita apakan lahan tersebut. Kasih gambar aja deh ya, kebetulan aku punya gambar unyu2 teddy bear dari google, hehe.
-Klik File
-Pilih Open, kemudian pilih gambar

Oke, sekarang kita lupakan dulu lahannya dan bekerja pada
gambar. Aku mau memotong gambar teddy ini nih.
-Klik 'Polygonal Lasso Tool'
-Potong bagian yg akan digunakan pada header, nanti jadi
nya seperti ini :

Bagian yg akan digunakan sudah dikelilingi oleh garis putus-putus. Setelah itu :
-Klik Layer
-Pilih 'New' kemudian Layer via Copy
-Klik dan tahan gambar tersebut, lalu geser ke lahan 20x6 kita.
Jadinya akan kecil sekali, untuk memperbesar, cukup kli
k Edit lalu pilih Transform kemudian pilih Scale, lalu perbesar gambar sesuai keinginan sambil menekan Shift agar gambar tetap simetris.


Ya, sekarang lahan kita sudah terisi oleh gambar. Jangan lupa untuk mengklik menu Layer, kemudian Flatten Image agar gambar bersatu dengan background. Untuk latihan, mungkin gambarnya satu dulu aja, jadi setelah mem-Flatten Image-kan header, bisa langsung kita save.
Untuk menambah tulisan, biasanya aku pake Coreldraw. Gini caranya :
-Buka Coreldraw
-Klik menu File
-Pilih Import
Setelah header setengah jadi kita terbuka di layar Corel, kita bisa tambahkan tulisan (Lebih enak sih kalo kita punya 'Font Xplorer Lite', jadi jenis fontnya bisa lebih beragam, tapi nggak ada pun nggak jadi masalah kok).
Nah, header tadi tinggal kita beri tulisan lalu klik menu dan pilih Export, tinggal pilih deh mau di simpan di mana.
Dan...ini dia hasilnya :D


Aaaah maklum masih pemula jadi agak gimanaaa gitu. Tapi, boleh dicoba kan? Dan aku yakin pasti temen2 semua pada jauh lebih kreatif (dan lebih jago malah, hehehe). Sekian dan tunggu tutor berikutnya :)