Postingan

Qerja'

Qerja lembur bagai quda'...
Sampai lupa 'orang tua...
Oh hati terasa durhaqa~

Oke stop, ini bukan iklan department store yang lagi hits itu, cuma gak bisa dipungkiri, lagunya terngiang terus haha.

Aku cuma mau cerita, dikit. Jadi, sekarang ini udah masuk bulan ketiga kerja. Dan belum sedikitpun cerita suka dukanya haha. Soon, pas libur deh, beneran.

Tapi, ada satu cerita. Jadi, bulan pertama kerja, aku keteteran di sana sini. Dari mulai cara baca mapping dari analis, bikin API, integrasi sama anak front end, bisnis proses, dan cara komunikasi sama tim -parah sih ini, entahlah, selalu pemalu banget setiap ketemu lingkungan baru- haha.
Sampai suatu hari aku memberanikan diri bilang ke manajer proyeknya kalo aku gak bisa ngejar dan butuh share knowledge dulu. Akhirnya, ditunjuklah seseorang buat ngajarin aku. Anak part time yang sedang berjuang menyusun tugas akhirnya, tapi suka kupaksa lembur demi kelangsungan karirku wkwk, becanda. Orangnya, hmmm lumayan ceplas ceplos sih, dan ke…
Gambar
Cie foto bareng lagi. Gak sampe setengahnya sih. Tapi lumayan lah. Da rindu mah gak tau waktu, kadang hinggap lagi bahkan setelah datang temu. Hem.

Majemuk

Gambar
2010 mempersatukan kita sebagai teman baru, yang dalam waktu singkat mendeklarasikan diri sebagai sahabat. 2011, kita memilih langkah yang berbeda, namun, perbedaan itu tak menghalangi kebersamaan. 2013, jarak berhasil memisahkan kita. Tapi sejatinya hati tak pernah benar-benar berpisah.
Tahun demi tahun berganti. Perasaan terhadap orang-orang dalam foto itu masih sama. Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk berjumpa. Dengan segala perbedaan, -agama, pendapat, pekerjaan, masalah yang dihadapi- kita masih bisa saling menghargai.

2018, berbagai cerita tertuang dalam satu meja. Pengalaman ke luar negeri, persediaan batubara di Indonesia, penyebab turunnya nilai rupiah, perbedaan teknik informatika dan ilmu komputer, kapan harus minum obat serta vitamin, hingga cara mengatasi rindu terhadap seseorang. Haha.

Aku sendiri tak mengerti mengapa kita bisa se-langgeng ini. Semoga masih bisa selalu bersama dengan segala kemajemukan, dan masih bisa berkumpul hingga membawa keluarga masing-m…

Prolog

Gagal sidang, kemudian nyaris gagal untuk kedua kalinya, tentu bukan hal yang mudah. Lelah dan panik setengah mati bukan alasan untuk tak mengulang wawancara di malam sebelum sidang. Namun, keajaiban bisa terjadi kapan saja. Tangis putus asa di h-16 jam sidang, berganti jadi sujud syukur dari lantai 2 gedung FPMIPA pada 24 Januari 2018. Beberapa waktu setelahnya, kedua orang tua serta adikku mendampingiku menghadiri wisuda.
Detik berganti, euforia berlalu. Hari-hari selanjutnya kujalani dengan rutinitas baru, yaitu sebagai pencari pekerjaan. Berbagai pengalaman datang menghampiri. 'Manusia sebagai makhluk individu' yang dulu kupelajari sangat terasa pada fase ini. Diam di zona nyaman atau melompat ke luar jadi pilihan. Alhamdulillah, setelah kurang lebih satu bulan, aku diterima di sebuah perusahaan, tepat di usiaku yang ke 22.
Perjuangan tak berhenti sampai di sini. Adaptasi rupanya menjadi hal yang sangat sulit bagiku. Entah apa yang salah, tapi aku merasa begitu lambat dala…

Cerita lama

Gambar
Biar aksara yang bercerita. Bahwa aku pernah begitu bersemangat, pernah begitu bahagia, juga begitu kuat meyakini mimpi-mimpi yang kubangun.

Kemudian, suatu saat aku merasa gagal dan sedih. Dan kembali, cerita-cerita itu yang membantuku bangkit.
Terima kasih banyak, jangan lupa bersyukur. Untuk Nada.
“Di antara kebahagiaan manusia adalah menentukan pilihannya dengan Allah dan di antara kebahagiaan manusia adalah keridhoannya pada apa yang Allah tentukan. Dan di antara tanda kesengsaraan manusia adalah ia meninggalkan Allah dalam pilihannya. Dan di antara tanda kesengsaraan manusia adalah kemarahannya pada apa yang Allah tetapkan atas dirinya”.
(HR. Imam Ahmad)