Laman

Sabtu, 22 Juli 2017

Adit & Wulan - Walimatul Ursy

Barakallahu laka wa baraka'alaika wa jama'a bainakuma fii khair. Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan keberkahan atas pernikahanmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.

Hari itu tiba. Hari yang telah kami semua, khususnya kang Adit dan teh Wulan serta keluarga persiapkan sejak lama. Hari yang bahagia buat kami semua, khususnya kedua mempelai.
Iya, bahagia, karena bagi kami kang Adit dan teh Wulan bukan sekedar teman atau kakak kelas. Mereka keluarga.

Aku kenal kang Adit sejak kelas 7 SMP, saat itu kang Adit kelas 9. Kami berada di ekskul yang sama, pramuka. Kemudian kami satu SMA juga, dan kembali bergabung dalam organisasi yang sama, DKM. Kang Adit orang yang sopan, ramah, sungguh-sungguh, dan sigap. Pernah ikut Raimuna Nasional di Papua, dan berprofesi sebagai polisi sekarang ini.
Selanjutnya teh Wulan. Memang tidak lebih lama dari aku mengenal kang Adit, tapi teh Wulan sudah seperti kakak sendiri bagiku, bagi kami. Teh Wulan adalah murabbi di sebuah lingkaran yang kami sebut Afroza Hadirah. Mereka adalah orang-orang yang Allah pilihkan untuk menemaniku menapaki satu demi satu anak tangga hijrah. Tanpa mereka, entah bagaimanalah aku hari ini.

Alhamdulillah, hari itu, 16 Juli 2017, Allah mempersatukan akang dan teteh dengan cara yang indah. Pernikahan.

Beberapa minggu sebelumnya, terbentuk sebuah tim kecil yang solid. Tim yang merupakan teman-teman dekat teh Wulan dan kang Adit. Afroza, KC, dan beberapa teman lain. Kami menjadi Wedding Organizer alias WO dadakan dalam acara istimewa ini. Mempersiapkan berbagai hal mungkin jadi sesuatu yang baru bagi kami, karena berbeda dengan kepanitiaan-kepanitiaan yang pernah kami ikuti sebelumnya, ini adalah momen sekali seumur hidup akang dan teteh kami tercinta.

Haru. Saat rombongan keluarga kang Adit tiba di depan gedung. Saat orang tua teh Wulan menyambutnya dengan senyum yang tak lepas dari bibir. Saat janji suci telah terucap. Saat menjemput teh Wulan untuk duduk berdampingan dengan kang Adit. Haru.
Selamat menempuh hidup baru kang, teh. Selamat membina keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Oiya, setelah selama ini aku dan teh Wulan bertukar cerita tentang KC dan PBI, sekarang alhamdulillah bisa berkenalan dan bekerja sama dengan mereka. Terima kasih untuk tim yang luar biasa, yang bahkan anggotanya baru saling mengenal. Siap-siap untuk panggilan di walimahan berikutnya hehe.

Kang Adit dan Teh Wulan bersama tim

Jumat, 07 Juli 2017

Kecewa berat. Sama kebijakan kampus, dan lebih parah sama diri sendiri.

Kemudian dapet chat dr orang kesayangan, laki-laki nomor satu. Tamparan banget. Bahwa sebagai anak pertama yang udah dewasa aku sama sekali blm cukup mandiri dan bisa diandalkan.

Jumat, 09 Juni 2017

Udah janji gak belanja buku sampai selesai skripsweet. Lalu ilman pulang bawa ini.
Terima kasih bro. Kamu gak tau apa berapa besar usaha yang dibutuhkan seorang mahasiswa tingkat akhir untuk meninggalkan semua hobi dan kegiatan-kegiatan yang dia suka demi menjadikan skripsi sebagai prioritas utama dalam hidupnya. Haha becanda becanda, lebay itu mah. Btw beneran makasih man atas keberuntunganmu, alhamdulillah yah haha.

Sabtu, 03 Juni 2017

SEO dan SOA

Papah belajar SEO. Nada belajar SOA.
Meskipun terseok-seok tapi kita gak akan pernah soak.

Hai, maaf membuang beberapa detikmu karena postingan ini, hehe.

Rabu, 31 Mei 2017


Saat kita sudah punya tujuan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Cukup bersabar dan berjuang dengan kemampuan terbaik, dan dengan doa yang mengiringi setiap langkah.
Ke arah sana. Arah yang sama.

Sisanya, biar Tuhan yang urus, dengan skenario terbaik yang telah ditetapkan-Nya.


Selasa, 23 Mei 2017


"
Bagaimana bisa berlari tanpa peduli
Menarik diri dari rasa bersalah yang terus menghantui
Sementara opini tak kuasa menepis intuisi
"

Sabtu, 20 Mei 2017

Tahun ke 7

Bincang sore sama kamu kemarin, bikin aku kagum. Lagi dan lagi. Memasuki tahun ke 7 persahabatan kita, entah kenapa jadi sering ngelamun dan keinget cerita-cerita yang udah lewat. Berawal dari bangku di pojok kiri belakang yang luput dari perhatian tatib MOS, sampai curhatan yang tiba-tiba ngalir gitu aja.

Seneng banget ada orang yang bukan hanya bisa melengkapi kekurangan-kekuranganku, tapi juga selalu bikin aku semangat buat memperbaikinya. Orang yang bisa aku percaya, dan juga percaya sama aku. Sabar menerima ke-bocah-an dan ke-alay-an aku ini :')

Tau-tau sekarang kita udah dewasa aja. Dalam hal usia sih, semoga tingkah laku juga. Alhamdulillah sekarang mah isi curhatan dan galau-galaunya udah lebih bermutu. *galau bermutu teh yg gmn :(*

Bersyukur banget Allah ngirim aku sahabat kayak kamu. Sadar atau nggak, banyak pelajaran yang udah kamu kasih ke aku. Dan nanti, kalau suatu hari aku punya anak, pasti kamu masuk ke daftar 10 orang pertama yang cerita-ceritanya aku bagi sama dia.

"Dulu, jaman Ibu sekolah sampai kuliah, Ibu punya temen yang luar biasa. Rida namanya..." *berkhayal wkwk*

Gimana giatnya kamu, pengorbanan kamu buat ninggalin satu hal demi hal lain yang lebih baik, walaupun berat, dan cerita-cerita absurd lain yang suka bikin ketawa kalo aku inget-inget.

Semoga gak berhenti sampai sini ya rids, semoga bareng terus sampai ke surga. *tiba-tiba sedih :')*

Selasa, 09 Mei 2017

Ketika sepatah kata pun tak mampu mewakili kepedihan yang meluap-luap dari hati, bahkan benang kusut di pikiranmu semakin tak terkendali, dan tiba waktu-waktu dimana manusia membuatmu jemu.
Bersujud dan menangislah. Kamu akan merasa lebih baik, insyaaAllah.

Sabtu, 29 April 2017

Berdamailah


gambar dari [sini]

Ketika kau lelah dengan dirimu, jangan paksa bumi untuk berhenti berputar. Jangan salahkan semesta atas keresahan yang menyelimuti duniamu.
Mungkin, yang kau butuhkan hanya sejenak berhenti. Menatap jalan panjang yang telah kau lalui.
Apa kau teralu sibuk berlari? Sampai kau tak sadar suara-suara itu memanggilmu, menyemangatimu, mengingatkanmu, dan sedikitpun kamu tak menengok.
Atau kau terlalu kencang melompat? Hingga tak sadar berkeping-keping perasaan telah hancur kau injak.

Kau mungkin pernah merasa bodoh. Kau juga mungkin tertawa atas kesalahan-kesalahan masa lalumu. Tapi mereka bukan semata-mata untuk kau hujat, melainkan untuk kau maafkan dan kau perbaiki.

Kemudian masa depan. Mereka bukan hadir untuk menjemput dan mematahkan harapan-harapanmu. Mereka akan mengajakmu membawa dan mewujudkan itu semua. Atau, mengajarkanmu menerima dengan ikhlas dan menata mimpi yang baru.

Sekarang, cobalah berdamai dengan dirimu. Dengarkan dia dan belajarlah dari semua yang ada di sekelilingmu. Melangkahlah ke arah yang telah kau pilih. Ingatlah bahwa kamu tidak pernah sendiri. Ada Allah. Ada banyak orang-orang baik yang Dia kirimkan untuk menemani hidup singkatmu.

Masa lalu, dan masa depan.
Katakan lah pada keduanya, sampai jumpa.


Buat kamu, Nad. Berdamailah.

Rabu, 26 April 2017

Puzzle

Potongan-potongan puzzle itu, yang dulu tersebar tak beraturan, lama kelamaan bersatu. Saling mendekat satu sama lain dengan sendirinya seperti kutub-kutub magnet yang tarik menarik. Utuh. Terpampang di depan mata, terekam sangat jelas di dalam otak. Saat itu, hingga kini.
Waktu, maafkan aku.

Jumat, 14 April 2017


Cinta?
Cinta itu...

...ibu.

Beberapa langkah lagi, Mah! Bismillah, salam cintaaaa


Kamis, 13 April 2017


"
Aku, kamu, dan tinta hitam
Kita. Kepingan kenangan dari mozaik masa depan
Bertapak tekad, meniti buih, hidup berteka-teki.
"

Jumat, 07 April 2017

Uuuu
Risih risih~

Selasa, 07 Maret 2017

Kita Akan Berjalan Bersama

Selamat pagi, pahlawanku. Sebelumnya, ku ucapkan terima kasih atas segala pelajaran hidup, atas segala pengorbanan yang telah kau beri.

Akhir-akhir ini, aku melihatmu bekerja sangat keras. Belajar siang-malam. Silih berganti mengisi harimu tetesan hujan, keringat, dan air mata. Lantunan doa menghangatkan hati di setiap malam yang dingin.

Terima kasih, lagi dan lagi. Kau mengajarkan kami bagaimana seharusnya hidup. Mengingatkan untuk bersyukur setiap waktu. Membangkitkan semangatku ketika terbangun setelah hari yang melelahkan.

Jika ini yang kau sebut masa sulit, jangan khawatir. Kami akan selalu ada. Tidak di belakang untuk sekedar mengikutimu, tidak pula di depan untuk mendahuluimu. Tapi di sampingmu.
Kami akan memelukmu, berjalan bersamamu, sesekali beradu pendapat denganmu. Kita akan berjalan bersama-sama, pah. Tak peduli lambat atau cepat. Kami akan mendukung keputusan-keputusanmu.

Terima kasih, lagi dan lagi. Terima kasih untuk bersedia menjadi cinta pertama anak perempuanmu.

Jumat, 03 Februari 2017

Halo!



Hari ketiga Februari nih. Nggak kerasa, dan baru ngeh ternyata ini postingan pertama buat 2017 :') Gak tau kenapa, kangen aja nulis lagi. Kasian gak keurus hehe. Inget jaman SMA dulu, seneng banget menuh-menuhin blog, bisa puluhan post tiap tahunnya -biarpun gak penting sih-. Sekarang mah boro-boro, nyampe 10 aja udah syukur.

Ternyata ini tahun ke 8 aku nulis di blog ini. Dan bener belum bosen. Selalu hobi nostalgia pagi-pagi sambil ngopi. Kali aja semester ini mah keurus lagi haha. Apalagi kayaknya butuh sering-sering curhat semester ini mah. Curhatin skripsi...
...yang gak kelar-kelar
...yang akan selesai pada waktunya cenah

Yaudah atuh, jangan lama-lama nulis blognya, mending nulis skripsi.

Maaf ya banyak ngomong kasar, hehe. Hayu temen-temen kita wisuda, saling doain, jgn lupa~