Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Gagal Maju Sidang?

Random feelings.

Pemuda Palestina - edCoustic Gambar dari [sini]

Luka

Hari ini kita bicara luka. Esok kita memilih untuk menghapus, memelihara, atau menerimanya.

"
Karena yang menjaga, untuk yang terjaga.
"

Angka Terakhir Milik Agustus

Gambar
Saat skripsi terasa stuck dan aku mencoba sok romantis tapi malah baper sendiri :')

Manusia bertemu dan berpisah. Mendapatkan lalu kehilangan. Datang kemudian pergi.


Hai adek ucul, lagi ngapain? Sini sama teteh.

HE HE HE.

Manusia itu berdiri menentang ego. Bersama senyap tenggelam di detik-detik purnama. Membakar pahit realita lalu menghirup dalam-dalam asapnya.
Kemudian pagi hadir mengawal embun, hati beranjak menyambut. Mereka mengalir. Asap mengudara.

Aku dan Ene

Hai, aku mau kenalin kalian sama nenek aku, yang biasa kami panggil ene. Iya, ini tulisan pertamaku tentang beliau. Kata orang, cucu pertama itu paling disayang. Menurutku enggak, karena ene sayang sama semua cucunya. Tapi karena lahir lebih dulu, mungkin benar kalau memori aku tentang beliau lebih banyak, dan mungkin sebaliknya.
Sekitar sebulan yang lalu, ene sempet dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Waktu itu aku masih ngekost, pulang malam sabtu kemudian menghabiskan sabtu-minggu di rumah sakit, sempet cerita-cerita sama ene tentang kosan. Waktu itu ene masih bisa senyum dan ketawa meskipun sering juga mengeluh sakit. Sedih kalo nyuapin ene makan, sekali makan yang masuk cuma paling banyak satu sendok. Akhirnya minta makanan cair sama perawatnya. Beberapa hari kemudian, lega banget waktu malem-malem di kosan dapet kabar ene udah pulang.
Nemenin ene di rs bikin memori-memori itu keputer lagi. Aku suka banget dengerin ene cerita. Paling favorit sih cerita hantu. Kalo ene l…
Kesal. Kadang ia datang gak pake aba-aba. Mungkin aku ngelakuin kesalahan yang gak disengaja tanpa sadar. Atau benteng pertahanannya harus direnovasi haha. Gak boleh lengah, gak boleh kalah. Hajar.

Wkwk ini apa coba.

Gambar

Belajar Taat

Semua yang diperintahkan oleh Allah itu wajib dilaksanakan. Dan semua yang dilarang oleh-Nya juga wajib ditinggalkan. Wajib ya, bukan pilihan.
Yang jadi pilihan itu, kitanya mau taat apa engga.
Yuk, belajar taat! :)
Bismillah~

Memang salahku dari awal. Tapi tetap akan kuperbaiki. Meskipun pasti, lebih sakit, lebih sulit.

Adit & Wulan - Walimatul Ursy

Gambar
Barakallahu laka wa baraka'alaika wa jama'a bainakuma fii khair. Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan keberkahan atas pernikahanmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.

Hari itu tiba. Hari yang telah kami semua, khususnya kang Adit dan teh Wulan serta keluarga persiapkan sejak lama. Hari yang bahagia buat kami semua, khususnya kedua mempelai.
Iya, bahagia, karena bagi kami kang Adit dan teh Wulan bukan sekedar teman atau kakak kelas. Mereka keluarga.

Aku kenal kang Adit sejak kelas 7 SMP, saat itu kang Adit kelas 9. Kami berada di ekskul yang sama, pramuka. Kemudian kami satu SMA juga, dan kembali bergabung dalam organisasi yang sama, DKM. Kang Adit orang yang sopan, ramah, sungguh-sungguh, dan sigap. Pernah ikut Raimuna Nasional di Papua, dan berprofesi sebagai polisi sekarang ini.
Selanjutnya teh Wulan. Memang tidak lebih lama dari aku mengenal kang Adit, tapi teh Wulan sudah seperti kakak sendiri bagiku, bagi kami. Teh Wulan adalah murabbi di sebuah lingkaran …
Kecewa berat. Sama kebijakan kampus, dan lebih parah sama diri sendiri.

Kemudian dapet chat dr orang kesayangan, laki-laki nomor satu. Tamparan banget. Bahwa sebagai anak pertama yang udah dewasa aku sama sekali blm cukup mandiri dan bisa diandalkan.
Gambar
Udah janji gak belanja buku sampai selesai skripsweet. Lalu ilman pulang bawa ini.
Terima kasih bro. Kamu gak tau apa berapa besar usaha yang dibutuhkan seorang mahasiswa tingkat akhir untuk meninggalkan semua hobi dan kegiatan-kegiatan yang dia suka demi menjadikan skripsi sebagai prioritas utama dalam hidupnya. Haha becanda becanda, lebay itu mah. Btw beneran makasih man atas keberuntunganmu, alhamdulillah yah haha.

SEO dan SOA

Papah belajar SEO. Nada belajar SOA.
Meskipun terseok-seok tapi kita gak akan pernah soak.

Hai, maaf membuang beberapa detikmu karena postingan ini, hehe.

Saat kita sudah punya tujuan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Cukup bersabar dan berjuang dengan kemampuan terbaik, dan dengan doa yang mengiringi setiap langkah.
Ke arah sana. Arah yang sama.

Sisanya, biar Tuhan yang urus, dengan skenario terbaik yang telah ditetapkan-Nya.


"
Bagaimana bisa berlari tanpa peduli
Menarik diri dari rasa bersalah yang terus menghantui
Sementara opini tak kuasa menepis intuisi
"

Tahun ke 7

Bincang sore sama kamu kemarin, bikin aku kagum. Lagi dan lagi. Memasuki tahun ke 7 persahabatan kita, entah kenapa jadi sering ngelamun dan keinget cerita-cerita yang udah lewat. Berawal dari bangku di pojok kiri belakang yang luput dari perhatian tatib MOS, sampai curhatan yang tiba-tiba ngalir gitu aja.

Seneng banget ada orang yang bukan hanya bisa melengkapi kekurangan-kekuranganku, tapi juga selalu bikin aku semangat buat memperbaikinya. Orang yang bisa aku percaya, dan juga percaya sama aku. Sabar menerima ke-bocah-an dan ke-alay-an aku ini :')

Tau-tau sekarang kita udah dewasa aja. Dalam hal usia sih, semoga tingkah laku juga. Alhamdulillah sekarang mah isi curhatan dan galau-galaunya udah lebih bermutu. *galau bermutu teh yg gmn :(*

Bersyukur banget Allah ngirim aku sahabat kayak kamu. Sadar atau nggak, banyak pelajaran yang udah kamu kasih ke aku. Dan nanti, kalau suatu hari aku punya anak, pasti kamu masuk ke daftar 10 orang pertama yang cerita-ceritanya aku bagi sama di…
Ketika sepatah kata pun tak mampu mewakili kepedihan yang meluap-luap dari hati, bahkan benang kusut di pikiranmu semakin tak terkendali, dan tiba waktu-waktu dimana manusia membuatmu jemu.
Bersujud dan menangislah. Kamu akan merasa lebih baik, insyaaAllah.

Berdamailah

Gambar
Ketika kau lelah dengan dirimu, jangan paksa bumi untuk berhenti berputar. Jangan salahkan semesta atas keresahan yang menyelimuti duniamu.
Mungkin, yang kau butuhkan hanya sejenak berhenti. Menatap jalan panjang yang telah kau lalui.
Apa kau teralu sibuk berlari? Sampai kau tak sadar suara-suara itu memanggilmu, menyemangatimu, mengingatkanmu, dan sedikitpun kamu tak menengok.
Atau kau terlalu kencang melompat? Hingga tak sadar berkeping-keping perasaan telah hancur kau injak.

Kau mungkin pernah merasa bodoh. Kau juga mungkin tertawa atas kesalahan-kesalahan masa lalumu. Tapi mereka bukan semata-mata untuk kau hujat, melainkan untuk kau maafkan dan kau perbaiki.

Kemudian masa depan. Mereka bukan hadir untuk menjemput dan mematahkan harapan-harapanmu. Mereka akan mengajakmu membawa dan mewujudkan itu semua. Atau, mengajarkanmu menerima dengan ikhlas dan menata mimpi yang baru.

Sekarang, cobalah berdamai dengan dirimu. Dengarkan dia dan belajarlah dari semua yang ada di sekelilingmu. …

Puzzle

Potongan-potongan puzzle itu, yang dulu tersebar tak beraturan, lama kelamaan bersatu. Saling mendekat satu sama lain dengan sendirinya seperti kutub-kutub magnet yang tarik menarik. Utuh. Terpampang di depan mata, terekam sangat jelas di dalam otak. Saat itu, hingga kini.
Waktu, maafkan aku.
Cinta?
Cinta itu...

...ibu.

Beberapa langkah lagi, Mah! Bismillah, salam cintaaaa ♥


"
Aku, kamu, dan tinta hitam
Kita. Kepingan kenangan dari mozaik masa depan
Bertapak tekad, meniti buih, hidup berteka-teki.
"

Uuuu
Risih risih~

Kita Akan Berjalan Bersama

Selamat pagi, pahlawanku. Sebelumnya, ku ucapkan terima kasih atas segala pelajaran hidup, atas segala pengorbanan yang telah kau beri.

Akhir-akhir ini, aku melihatmu bekerja sangat keras. Belajar siang-malam. Silih berganti mengisi harimu tetesan hujan, keringat, dan air mata. Lantunan doa menghangatkan hati di setiap malam yang dingin.

Terima kasih, lagi dan lagi. Kau mengajarkan kami bagaimana seharusnya hidup. Mengingatkan untuk bersyukur setiap waktu. Membangkitkan semangatku ketika terbangun setelah hari yang melelahkan.

Jika ini yang kau sebut masa sulit, jangan khawatir. Kami akan selalu ada. Tidak di belakang untuk sekedar mengikutimu, tidak pula di depan untuk mendahuluimu. Tapi di sampingmu.
Kami akan memelukmu, berjalan bersamamu, sesekali beradu pendapat denganmu. Kita akan berjalan bersama-sama, pah. Tak peduli lambat atau cepat. Kami akan mendukung keputusan-keputusanmu.

Terima kasih, lagi dan lagi. Terima kasih untuk bersedia menjadi cinta pertama anak perempuanmu.

Halo!

Gambar