Halaman

Jumat, 15 Juni 2012

Jujur?

Akhirnya, tulisan pertama setelah komputer beres di servis. Really miss this blog :D Sebenernya ini sebuah bentuk perayaan selesainya 8 hari yang melelahkan. Ujian Kenaikan Kelas. Senangnyaaaa, meskipun setelah ini masih ada 'seabreg' tugas, maupun tugas kelompok, dan agenda-agenda penting lainnya, dasar orang sibuk! *plakkk. Tapi nggak ada salahnya kali ya 10 menit blogging dulu. Oke, ujian ituuu biasanya identik dengan kata 'nyontek'. Yakin deh, di sebagian besar sekolah di kota manapun di Indonesia, peristiwa nyontek ini akan selalu menghiasi hari-hari ujian. Dan jujur, aku dulu termasuk orang yang cukup ahli melakukan aksi ini. Dari mulai pura-pura ke wc, bikin catatan kecil di tempat pensil, minta jawaban ke temen pake penghapus, pake kode-kode rahasia lah, wuih jago bener kan? Ups, ketauan deh. Tapi, sebelumnya memang nggak pernah terpikir bahwa nyontek ini adalah hal yang sangat tercela. Dulu sih enjoy aja, yang penting LJK bisa terisi dengan jawaban teman yang meyakinkan, nilai raport bagus, beres deh. Nggak ada beban sama sekali.

Sampai suatu hari temenku bilang, "Nyontek itu perbuatan yang nggak halal tau". Deg. Dari sanalah aku berpikir lebih jauh. Berarti, nilai-nilai yang aku dapat selama ini nggak halal, dan nilai-nilai itu akan mengantarkanku pada sebuah pekerjaan di masa depan. Artinya, pekerjaan itu juga nggak halal karena berasal dari sebuah kecurangan. Aku mulai ragu untuk melakukan aksi itu lagi. Meskipun aku juga belum benar-benar meninggalkannya. Semakin aku pikirin kata-kata temenku itu, aku makin ragu-ragu dan takut buat nyontek. Semakin lama semakin jarang. Sampai akhirnya, aku bener-bener 'musuhan' sama perbuatan itu. Perbuatan yang sebelumnya pernah jadi sahabatku selama ujian. Tapi kalo tugas sih, aku sama sekali belum bisa murni ngerjain sendiri, yang ada malah keteteran, hehehe.

Tapi, nggak lama setelah aku bermusuhan dengan "perbuatan" ini, ujian pun datang *dramatis. Nilai-nilai ulangan turun, ranking ancur, orang tua kecewa. Huuuuuu :( Masa suram banget deh waktu itu tuh. Tapi apa boleh buat, hukuman sudah dijatuhkan. Nggak ada online, nggak ada uang lebih, nggak ada pulang sore, nggak ada main, daaaaaan banyak hal yang bikin aku menyesal.
"Kalau memang kamu udah mutusin buat jadi orang jujur, harus dibarengi dengan usaha dong!"
Yah. Ternyata nggak semudah yang dipikir. Aku mulai putus asa, galau dan sebagainya.

Saat pikiran-pikiran untuk nyontek kembali menyergap, temenku bilang "Raport dunia itu memang penting, tapi raport akhirat lebih penting". Nah! Itu dia! Aku nemuin titik terang deh, paling enggak, aku udah jujur. Tuhan pasti udah menyiapkan rencana untuk kita. Setiap pikiran nyontek itu datang, aku selalu inget kata-kata itu. Jadi, apapun hasilnya, itulah yang terbaik. Memang nggak gampang sih, tapi kalau kita bener-bener mau berubah, pasti bisa. Slowly but sure aja deh yaaa

Siap-siap, bentar lagi bagi rapot, siap-siap, siap-siaaaaaap!!!