Halaman

Sabtu, 29 Januari 2011

Setiap Kemenangan Butuh Kesabaran

Bismillahirrahmanirrahim

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran…

“Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“Aku capek, sangat capek… Aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus, sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja!

Aku capek. sangat capek… Aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja!

Aku capek, sangat capek.… Aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung, aku ingin jajan terus!

Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati!

Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepadaku!

Aku capek ayah, aku capek menahan diri, aku ingin seperti mereka, mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah!”

Sang anak mulai menangis

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata, ”Anakku ayo ikut ayah. Ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu.” Lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.

Lalu sang anak pun mulai mengeluh, ”Ayah mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri, badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena ada banyak ilalang. Aku benci jalan ini Ayah!!”

Sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang.

“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? Aku suka! Aku suka tempat ini!” Sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau. “Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah.” Ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? Padahal tempat ini begitu indah?”

” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tahu ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu.”

"Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? Alhamdulillah"

” Nah, akhirnya kau mengerti.” Ujar sang Ayah.

” Mengerti apa? aku tidak mengerti.”

"Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kejujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi, bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga, dan akhirnya semuanya terbayar kan? Ada telaga yang sangat indah. Seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? Kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku.”

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar.”

"Aku tahu, oleh karena itu ada Ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat. Begitu pula hidup, ada Ayah dan Ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi ingatlah anakku, Ayah dan Ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri. Maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri. Seorang Muslim yang kuat, tetap tabah dan konsisten (Istiqamah) karena ia tahu ada Allah di sampingnya. Maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang, dan akhirnya, kau mengetahui hal ini kan?”

” Ya Ayah, Aku tahu, Aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini, sekarang Aku mengerti, terima kasih Ayah, Aku akan tegar saat yang lain terlempar!!” Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

Penulis: Nida Tsaura (Dengan beberapa perubahan oleh admin)

Cheers!

May Allah Bless You!!


(Nah, kenapa aku post postingan ini? Soalnya ini pasti sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita selalu punya dua pilihan. Pilihan yang baik namun kurang menyenangkan, dan pilihan menyenangkan namun tidak baik. Tapi setelah baca ini, aku yakin sesuatu yang kurang menyenangkan itu akan jadi menyenangkan jika kita ikhlas karena Allah. Makasih ya Fitri buat Notesnya, meskipun aku jg gatau siapa yg buat, cuman di sana ada nama penulisnya... Ayo teman-teman, dengan bersabar dan menahan diri, kita akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa)

Jumat, 28 Januari 2011

Over The Rainbow

Ini lagu favorit aku, dan tambah suka lg semenjak tau kalo ini lagu idolaku juga. Lagu apakah itu? Check this...

Somewhere over the rainbow way up high
There's a land that I heard of once on a lullaby
Somewhere over the rainbow skies are blue
And the dreams that you dare to dream really do come true

Someday I'll wish upon a star and wake up where the clouds are far behind me
Where trouble melts like lemon drops
High above the chimney tops thats where you'll find me


Somewhere over the rainbow blue birds fly
Birds fly over the rainbow why then, oh why can't I?

If happy little blue birds fly
Beyond the rainbow
Why, oh why can't I?


*hihi, lagi pelajaran pa atik, maaf ya pak...saya ngantuk berat ;) Baru kali ini kok pak saya gak merhatiin hehehe

Kamis, 20 Januari 2011

Jambore Daerah Jawa Barat (Kiarapayung, Jatinangor, 26-30 Desember 2010) part 1


Wah, kangen nih sama temen2 blog. Apa kabar? Lama banget deh rasanya nggak nulis... Aku mau cerita tentang Jamda 2010 yang diadakan di Kiarapayung Jatinangor 26-30 Desember lalu. Langsung aja yaaaa>>>>


Seleksi pertama bikin kecewa. Bukan karena gak lolos, tapi karena seleksinya diundur dan pas nanya ke ka Fajar, katanya dari Lengkong itu udah ada yang daftar and it's mean....aku gak bisa ikut jamda -yg juga merupakan salah satu syarat jamnas-. Kecewa sih...pasti, tapi...mungkin memang bukan rezeki kali ya.
Sekitar 2 minggu kemudian, aku dikabarin lg kalo ternyata yang diminta putrinya 2 dr Lengkong, jadi aku ikut. Wah...pas TC (training center) pertama aku lg ada acara dan gak bisa dateng, meskipun akhirnya bisa karena diusahain. Minggu depannya ternyata dr Lengkong putrinya jd 3orang, ditambah Lulu.
TC2 awal masih perkenalan aja, seminggu terakhir aja yang mulai ke materi dan fisik. Yang kita rasain di TC yg seminggu itu banyak banget. Dari mulai ketemu temen baru, sebel sama orang, ketawa2, pokoknya banyak orang baru dengan berbagai sifat yang gak semuanya bisa cocok sama kita. Tapi, itulah tujuan TC. Selain buat bekel nambah ilmu kita di Jamda nanti, tapi juga buat menyatukan kita yang baru saling kenal.
Tanggal 26nya, hari minggu, kita kumpul jam 7 pagi di Taman Pramuka. Aku bawa dua tas. Ransel carrier + daypack, wah...jadi bawanya harus depan-belakang. Abis itu kita masukin barang2 bawaan itu ke truk! Ah...senangnya, untung gak kayak lt3 lalu yang harus bawa beban seberat 13 kg dan jalan berkilo2 meter nanjak. Mungkin karena ini tuh Jambore kali ya...Jambore itu kan pestanya penggalang, jadi nggak akan terlalu bikin susah.
sampe di sana langsung mendirikan tenda, beres-beres, makan siang. Belum ngobrol terlalu heboh, karena mungkin belum mengenal terlalu jauh. Ehehe. Gak lama setelah kita ganti baju jd pake pdl + kaos kontingen, kita udah di 'rusuh-rusuh' kumpul buat kegiatan pertama. Akhirnya kita kumpul di suatu tempat beralas tanah merah dan dibagi pasukan, satuan, dll yg aku sendiri gak merhatiin gara-gara ribet nge sms masalah korve. Panaaasssss bgt, untung baju panjang, kalo enggak udah gosong kali ya? Setelah panas yang gak nahan itu, cuaca berputar menjadi hujan kecil dan angin besar. whuuuuss..
Kita dibagiin kertas, ada gambar huruf di dalamnya. Aku dapat U! dan semua harus berkumpul dengan orang yg mendapat kertas sama. Aku langsung nyari orang2 dengan huruf U di kertasnya dan ternyata ada sekitar 20 orang... kita disuruh kenalan dan nyatet banyak hal tentang temen2 baru. Hahaha..
Malamnya, nonton bola, tp gak sampe selesai. Keburu ngantuk. Kalo yg lain sih pada nonton dan pulang dengan kecewa. Yasudah, nanti disambung lagi, masih panjang looo ;)

Rabu, 19 Januari 2011

I made two mistakes :(

Sabtu dan latihan Pramuka. Hmm... demi Jambore Nasional hr itu aku nguji SKU sampai lewat maghrib. Mungkin karena terlalu serius, lagi nguji taksir ukur, Aji nanya tentang PPGD, mata uji rakit. Aku emang lupa, tapi di buku MP aku nyatet yang Aji tanyain itu. Waktu itu dia minta liat buku MP aku, tp malahan aku marahin. Ah, aku nggak sadar kalo sikap dia jd berubah, sampe aku beres di tanda tangan dan dinyatakan lulus mata uji taksir ukur tersebut, aku nggak nyadar kalo aku udah melakukan satu kesalahan. Dan perasaan bersalah itu muncul ketika sampai di rumah. Aku langsung sms dan br dibalas besoknya. Intinya dia maafin asal 'jangan diulang lagi'. Sampe sekarang aku masih merasa bersalah, terlebih lagi dia belum dinyatakan lulus dari mata uji yang dia ujikan itu. Mungkin kalo waktu itu aku pinjemin bukunya, dia lulus. Ah, maaf :(

Sore tadi. Aku janjian sama Melinda dan Irma buat ol FB bareng. Kita janjian jam setengah 5. Jam 4 lebih 10 aku br nyampe rumah, dan emang dari pas di perjalanan mata aku udah gak bisa diajak kompromi, jadilah aku memutuskan buat tidur 'sebentar'. -____________________________________________-
Setelah kesadaranku mulai penuh, aku melihat ke jendela. Nah, loh? Kok gelap sih? Pelan-pelan sambil tegang aku liat jam dinding. Astaghfirullah... jam setengah 6, ngaret se jam!!! Langsung aja aku sms Melinda dan Irma kalo aku nggak jadi ol karena ketiduran. Aku minta maaf berkali-kali, tapi tanggapannya cuek. Mereka emang bilang mereka gak marah, tapi aku bisa ngerasain bahwa mereka berbeda dr biasanya. Sampai pada akhirnya Melinda bilang kalo dia maafin dan dia nasehatin aku. Makin ngerasa bersalah.
Teh Asri pernah bilang, katanya ada 3 orang yang gak bisa disalahkan. Orang yang lupa, yang gak sadar, dan yang gila. Kalo gak salah sih ini juga.
Apa dalam hal ini aku termasuk ke orang yang gak sadar? Aku kan sedang tidur, dan aku gak bisa bangunin diri sendiri. "Woy nad bangun nad temen2 mu udah nungguin buat ol tuh, kasian mereka...". Lagipula aku sama sekali gak bermaksud buat melanggar janji, ini bukan keinginan aku. Aku ga kuat ngantuk dan kebablasan sampe sejam lebih.
Ah, salahku atau bukan, aku tau mereka kesal. Mereka nunggu sampai sejam dan aku gak muncul2... demi seorang sahabat yang kalo kata Irma sih, "Nggak di sekolah nggak di FB telat terus". Padahal mereka juga punya hal lain yang lebih penting yang harus dikerjakan. Melinda juga bilang 'jangan diulang lagi'.

Ah, teman-temanku, maaf ya... Aku akan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Demi diri sendiri dan demi kalian, para sahabatku...

Selasa, 18 Januari 2011

2 orang kocak yg menemani hariku

Melinda dan Rida. Salah dua (?) dr sekian banyak teman yg ingin aku timpukin pake buku 'gitar klasik'. Ahaha bercanda...
Mereka itu baik banget, pinter lg.. Pokoknya the best deh. Dan tadi, mereka baru aja nyuruh aku nulis pujian2 di atas ;D