Halaman

Minggu, 30 Maret 2014

“Ukhuwah itu bukan hanya terletak pada pertemuan, bukan pula pada manisnya ucapan di bibir, tapi ukhuwah itu adalah ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam do’anya”

 

[Al-Ghazali]

Sebuah Catatan #3: Mahasiswa? -part2

Setelah lama mengulur waktu, akhirnya kesampaian juga nulis sambungan dari catetan ini. Udah lama banget, karena part1-nya aku post 22 Januari lalu: Sebuah Catatan #2: Mahasiswa? -part1
Oke, aku lanjut ya

SBMPTN sudah berakhir. Satu-satunya yang bisa dilakukan sekarang ya berdoa. Nunggu. Aku masih percaya banget sama The Power of Words, aku percaya bahwa tulisan-tulisan yang aku tempel hampir di seluruh bagian dinding kamar bakal merubah hidup aku. Bakal jadi kenyataan. Iya, saat itu tulisan 'Unpad' bertebaran di kamar.
Nah, inget postingan ini: 'Wake up and realize your dreams!' ? Di sana jelas banget kalo aku jatuh cinta sama UPI, bukan Unpad, tapi entah kenapa aku nulis Unpad di pilihan pertama, kedua dan ketiga barulah UPI. Mungkin karena upi nolak aku pas snmptn (pundung ceritanya), mungkin terpengaruh sama beberapa orang teman, dan orang tua juga.

Tapi ternyata UPI masih ada di hati kecil aku *lebay, dan saat penantian pengumuman SBM, aku mendadak ingin masuk sana. Ingiiin banget. Awalnya, gini...
2 Juli 2013, DKM SMA 25 ngadain rihlah ke Dago Pakar - Maribaya, dengan semangat 45, aku ngajuin diri buat ikut. Yah, aku stress mikirin hasil sbm terus, aku mau refreshing!!! *lebay lagi
Yang mau dibahas sih bukan rihlahnya, tapi sebuah tempat yang kita lewati saat perjalanan pulang. Tepat di belokan jalan Setiabudhi. Dari bus, aku bisa ngeliat kampus UPI yang khas banget sama gedung Isolanya, juga Al-furqonnya. Di sanalah, hati kecil aku bicara. Di sana juga, aku mulai galau lagi.
Tiba-tiba Nae, temen sebangku di bus heboh. "Nad nad pengumuman sbm dimajuin jadi tanggal 8 Juli!", katanya. Aku ikut heboh, aku liat twitter di hpnya nae. Bener. Dimajukan jadi tanggal 8 Juli, dari semula 12 Juli, agar para peserta fokus menjalani ibadah puasa. Gitu katanya. It means, 6 hari lagi sodara-sodara! Yah, sebenernya ga ngaruh juga sih, karena cepat atau lambat kita pasti bakal tau gimana hasilnya. Tapi, kalo tanggal 12 tuh kesannya masih lama, lebih dari seminggu lagi, tapi tanggal 8? Heuh. Terus aku ngobrol-ngobrol sama nae seputar sbm, kata nae, kalo berdoa itu harus spesifik, jadi aku harus punya tujuan. Saat itu aku udah tau tujuanku kemana.

Sampai rumah, aku  cabut semua tulisan Unpad yang aku tempel di dinding kamar, sampai Mamah nanya, "Da, kok pada ilang tulisan-tulisannya?".
"Hehe, mau aku ganti sama target-target yang baru." Jawaban paling singkat yang bisa aku kasih saat itu. Tapi nyatanya, dinding-dinding kamar masih tetep kosong sampai hari itu, 8 Juli 2013. Selama 6 hari aku berdoa bener-bener dan minta sama Allah, aku ingin kuliah di UPI, kembali ke cita-cita awal aku. Fix.

8 Juli 2013.
Aku nganter mamah ke rumah sakit, seharian. Seharian itu juga aku ngobrol sama mamah. Aku cerita kalo aku takut, aku takut nggak berhasil di perjuangan aku yang emang kurang banget. Aku tetep tegang biarpun mamah udah berulang kali bilang bahwa apapun hasilnya, itu yang terbaik. Sampai rumah jam 3 sore, 2 jam sebelum pengumuman dibuka. Dan seperti biasa, 2 jam, nggak kerasa. Jam lima tiba. Dengan jantung berdebar aku buka website pengumuman sbm. Mulai berkaca-kaca, aku ketik tanggal lahir. Mulai nangis, aku ngetik nomor pendaftaran yang udah hafal luar kepala. Cengeng banget asli! Abis itu parahnya lagi, aku ga berani neken tombol enter!!!
Tapi akhirnya aku enter juga, dan semakin nangis liat apa yang ada di layar monitor.
Aku nangis banget liat iniii, bertiga sama mamah sama Ilman. Cengeng banget asli, hahaha. Sms berdatangan, sodara, temen-temen, dan kali ini aku bisa senyum sambil bilang terimakasih sama mereka semua yang selalu dukung dan doain aku. Aku juga kasih tau rida bahwa kita bakalan ngelanjutin taun-taun selanjutnya bareng lagi, nerusin cerita yang udah kita jalanin selama 3 taun di SMA.
Maghrib itu jadi maghrib yang indah. Ramadhan taun itu juga indah. Malem papah pulang, dia meluk aku, mudah-mudahan aku bisa terus bahagiain mereka.
Tapi, aku juga sedih. Sedih karena beberapa temen aku belum berhasil. Tapi aku yakin kok mereka pasti bakal berhasil, cuman beda waktu aja. Lagian kan ini baru awal, aku yakin suatu hari kita bertemu dan kita udah sama-sama sukses.

Well, sekarang, status pengangguran udah lewat. Mahasiswa? Iya, ini status baruku, biarpun belum terbayang akan seperti apa selanjutnya. Catatan apa lagi yang nantinya akan tertulis. Yang jelas, Ilmu Komputer akan jadi tempat aku berjuang selanjutnya. See you :)

Aku, Rida, di halaman Isola :D

Rabu, 26 Maret 2014

Resume RE: Menyolder, Membuat Rangkaian Seri dan Paralel

Kamis lalu, kelas C2 mengikuti kelas praktikum Rangaian Elektronika. Kali ini materinya tentang solder-menyolder dan membuat rangkaian seri-paralel. Saya yang belum pernah menyolder (jangankan nyolder, tau alatnya aja baru kemarin), apalagi membuat rangkaian, cukup kebingungan waktu praktikum kemarin. Nah, maka dari itu, di sini saya bakal menjelaskan secara detail bagaimana cara menyolder dan membuat rangkaian listrik, selain untuk memenuhi tugas, juga supaya para pemula yang awalnya kebingungan kayak saya bisa mengerti dan mendapat pengetahuan baru.

Apa aja yg perlu disiapkan?
Alat dan Bahan

1. Solder
Nah, ini dia 'main character' yang dibicarakan dari awal. Solder. Alat ini kita gunakan untuk mencairkan tinol supaya tinolnya bisa menempel di PCB dan merekatkan rangkaian yang nanti akan kita buat.





2. PCB (Printed Circuit Board)

PCB adalah papan berlubang yang memudahkan kita untuk membuat sebuah rangkaian. Di atasnya lah kita akan meletakkan komponen-komponen rangkaian elektronika.




3. Tinol
Tinol digunakan untuk merekatkan rangkaian pada PCB. Ia akan kita lelehkan menggunakan solder.
4. Pasta Solder
Gunanya untuk membersihkan mata solder. Cara menggunakannya akan dijelaskan di bawah. Oh iya, ada tips dari teteh asdos, katanya, cari pasta solder yang tempatnya terbuat dari kaleng, agar tidak meleleh saat mata solder yang panas kita celupkan ;)
 5. Resistor
Fungsi resistor adalah untuk menahan arus listrik dengan menurunkan tegangan di antara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya. Jika led langsung dihubungkan ke baterai dengan tegangan besar tanpa dihubungkan dengan resistor terlebih dahulu, led tersebut akan rusak dan menimbulkan 'letupan' kecil.
6. LED (Light Emitting Diode)
Di dalam rangkaian ini, ia berperan sebagai lampu yang akan menyala jika rangkaian yang kita buat berhasil :D





Sebelum mulai, ingat beberapa hal ini ya:
1. Berdoa dulu
2. Hati - hati
3. Kabel solder berada di sebelah kanan tangan kanan kita, supaya enak posisinya dan nggak kagok
4. Jangan sampai kena tinol cair, lukanya bisa permanen
5. Solder jangan terlalu banyak dicabut dan dicolokkan lagi ke stop kontak, kalau masih akan digunakan sebaiknya jangan dicabut dulu

Oke, setelah mengetahui hal-hal tersebut, kita mulai nyolder yah~

Pertama, dekatkan ujung tinol ke ujung mata solder di atas PCB, nah nanti tinolnya akan mencair, jadi sebelum mengeras lagi harus sudah diteteskan ke lingkaran-lingkaran pada PCB

Nah kayak gini nih hasilnya. Jangan terlalu tebal, jangan juga terlalu tipis. Untuk latihan, kita bisa membuat apa saja di PCB, nah ini lumayan rame nih :D


 Abis itu, solder kita kan kotor nih ceritanya, nah cara membersihkannya adalah dengan mencelupkan mata solder pada pasta tinol seperti gambar ini:
Kemudian mata soldernya ditusukkan ke kertas yang sudah dilipat 2, atau kalau kertanya lebih tebal bisa dilap ke bagian ujungnya saja seperti ini:

Sip, sekarang udah tau dong caranya menyolder? Berarti lanjut ke membuat rangkaian.  Ini adalah Rangkaian Seri:

Resistor1 - resistor2 - LED
Dilihat dari bawah


Agar arus dapat mengali, kita harus menghubungkan kaki-kai dari resistor dan LED tersebut.  Salah satu kaki resistor1 dililit dengan salah satu kaki milik resistor2. Kaki resistor2 yang satunya dililit dengan salah satu kaki LED, seperti ini:
Kaki resistor1 dan kaki LED lah yang nantinya akan dihubungkan dengan baterai. Sebelum disolder, hubungkan dulu dengan baterai dan pastikan LEDnya menyala, setelah yakin baru kita solder rangkaiannya. 

 Sisa kaki yang masih terlalu panjang bisa dipotong:
 Hasilnya? Kayak gini nih...
 Dihubungkan dengan baterai, nyala!

Perhitungan rangkaian seri:
Saya menggunakan baterai 6 volt, dan 20 mA yang tertulis di spesifikasi led adalah arus maksimum yang diperbolehkan lewat ke led tersebut.
V = 6 volt
Rs = R1 + R2
     = 820 + 820
     = 1640 ohm
I = V / Rs
  = 6 / 1640
  = 0,003 mA = 3 A


 Setelah selesai mengerjakan rangkaian seri, sekarang lanjut ke Rangkaian Paralel:
Resistor1 - reisitor2 - LED

Dilihat dari bawah
 Sama seperti yang seri, kaki-kaki rangkaian ini juga dililitkan antara resistor-resistor dan LEDnya
 Dan setelah disolder, hubungkan dengan baterai

Perhitungan rangkaian paralel:
Saya menggunakan baterai 6 volt, dan 20 mA yang tertulis di spesifikasi led adalah arus maksimum yang diperbolehkan lewat ke led tersebut.
V = 6 volt
1/Rt = 1/R1 + 1/R2
     = 1/820 + 1/820
     = 2/820 ohm
Rt = 410 ohm
I = V / Rt
  = 6 / 410
  = 0,014 mA = 14 A


Ini dia, rangkaian sri dan paralel yang tadi kita buat
Selamat menyoldeeeeerrrr~