Halaman

Rabu, 21 Januari 2015

DINAMIK 10

Dinamik merupakan kegiatan rutin yang diadakan Mahasiswa Ilmu Komputer dan Pendidikan Ilmu Komputer setiap tahunnya pada bulan Februari, dalam rangka memperingati Dies Natalis Ilmu Komputer UPI. Dinamik merupakan event perayaan terbentuk nya Prodi Ilmu computer dan Prodi Pendidikan Ilmu Komputer sekaligus memperingati juga terbentuk nya himpunan jurusan yang kami sebut KEMAKOM (Keluarga Mahasiswa Komputer).Pada event tahunan akbar mahasiswa Ilmu Komputer dan Pendidikan Ilmu Komputer ini, Dinamik banyak menyelenggarakan acara berupa lomba untuk sekolah dan mahasiswa baik dari dalam UPI maupun dari luar UPI. Pada tahun 2015 nanti Dinamik genap berumur 10 tahun. Dinamik yang ke 10 ini hadir dengan mungusung tema "Semarak Satu Dekade Dinamik, Membangun Teknologi untuk Menyongsong Kompetisi Global dengan Menjunjung Kearifan Lokal" yang bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat mengenai persaingan global di dunia it dewasa ini.

Ayo daftarkan dirimu di event IT terbesar di Jawa Barat ini~




Selain lomba2 di atas, ada Seminar Nasional, Bedah Buku dan Talkshow, Donor Darah, sama Pameran Karya juga!





web: dinamik.cs.upi.edu
twitter: @dinamikUPI

fb: Dinamik

Kamis, 15 Januari 2015

Tau gak? Aku kangen miskah :"

Selasa, 13 Januari 2015

Liburaaan~ part1

Hari gini liburannya masih gitu-gitu aja? Kita nggak ya, haha...

Berawal dari sms pemberitahuan pak menteri tentang liburan BEM, kami berkumpul jam 7 pagi di gik tercinta. Nggak sih, nggak jam 7, aku aja baru sampai jam 07.19 -jangan ditiru plis-
Yap, ternyata pak pres beserta jajarannya yang kreatif banget ini telah merancang sebuah acara 'liburan' buat anak-anak BEM. Kami nggak diberitahu liburannya seperti apa, hanya dijarkom barang bawaan, dresscode, dan diberitahu bahwa kami akan berjuang untuk KEMAKOM.
Sekitar jam 8 pagi, total sebanyak 24 orang siap berangkat menuju Sasana Olahraga Ganesha (saraga), aku dan beberapa teman menggunakan motor dan sisanya menggunakan angkutan umum.

Setelah semua sampai di saraga, kami melakukan briefing dan dibagi kelompok. Aku kebagian sama uyung dan galih. Ternyata kami akan jualan!
Produk sudah disiapkan yaitu kue-kue basah dan setiap kelompok harus menjual 4 kotak yang masing-masing berisi 10 kue. Kini saatnya menjemput pembeli. Lokasi dibagi dua, ada yang ke simpang dago, dan ada yang ke monumen perjuangan. Kelompok kami ke monumen perjuangan, dan kami bertiga gak kebayang rute yang diinstruksikan kang Arif. Akhirya kami membuat rute perjalanan sendiri yaitu lewat cfd (car free day) dago lalu masuk ke jalan sebelah RS Borromeus (Jl. Hasanudin, kalau tidak salah), dan aku yang merupakan satu-satunya orang Bandung asli di dalam kelompok sok-sok-an memimpin *menigeuleuh hahaha.

Pembeli pertama kami temui saat baru saja keluar dari saraga. Wah bukan main senangnya kami. Gimana nggak, baru saja keluar garis start, sudah ada pembeli. Kami pun melayani bapak-bapak itu dengan sangat profesional wkwkwk, meskipun beliau hanya beli satu.
Semangat kami yang awalnya menggebu karena adanya pembeli pertama tadi, lama kelamaan surut karena setelah lama berputar-putar di cfd, tidak ada satupun yang membeli dagangan kami. Asli sedih pisan. Dari sekian ratus orang yang ada di sana, gak ada satupun yang membeli. Responnya beragam, ada yang tersenyum sambil bilang maaf, ada yang hanya menggeleng, diam, bahkan ada juga yang memasang wajah kurang bersahabat.
Hampir putus asa, kami melewati sekumpulan anak-anak yang sedang mengumpulkan dana sambil bermain peran. Seperti drama musikal, diiringi permainan biola yang memukau. Di depan mereka disediakan kardus yang bertuliskan 'Kami Ingin Jadi Arsitek', dan ke dalam kardus itulah orang-orang yang hatinya tersentuh menyumbangkan uang.
Itu dia! Kami juga sepertinya harus menerapkan teori 'the power of words' dan akhirnya kami membuat tulisan di sebuah kertas 'Danus Perjuangan, untuk IT yang lebih maju'. Kami menulis begitu karena memang kami mengumpulkan dana demi menyukseskan acara-acara jurusan untuk memajukan IT, salah satunya dinamik.
Bermodalkan kertas itu kami kembali berjalan menuju monumen perjuangan. Di jalan Hasanudin pun kami tidak mendapatkan pembeli, karena jalan tersebut tidak terlalu ramai, bukan tempat orang berlalu-lalang seperti cfd.

Setelah berjalan cukup jauh, kami sampai di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Ini dia penampakannya.
gambar dari [sini]
Di depan monumen tersebut ada 2 buah taman yang merupakan pemisah antara monumen dengan gedung sate. Kami tidak berjualan di monumennya, melainkan di taman depannya. Namun sebelumnya kami istirahat sejenak di bawah pohon rindang sambil mengamati keadaan. Di sana tidak kalah ramai dengan di cfd, bahkan menurutku tempat ini lebih potensial. Tapi karena capek dan belum ada yang beli jadi mood jualan aku ilang huhu. Kami berputar-putar di sana, berteriak-teriak 'Kue kueee, 5ribu duaaa', menawarkan sana-sini, namun tak kunjung ada pembeli. Kami juga tak lupa membaca surat Al-Insyirah ketika ada kesempatan. Beberapa kejadian lucu terjadi di sini, salah satunya adalah tragedi Galih yang dipeluk banci. Hahaha. Jadi saat kami sedang berjalan tiba-tiba seorang banci menghampiri Galih dan bilang, "Hai aa ganteng~", kemudian dia memeluk Galih. "Apaan sih lagi jualan tau!", seru Galih sambil melepaskan tangan banci itu dari pundaknya kemudian menghindar. Itu cukup menghibur lah di tengah kegundahan hati kami hahaha *lebay.
Kami makin putus asa saat Uyung membuka LINE, dan kang Arif bertanya sudah laku berapa dagangan kami. Uyung pun membalas 'satu', tanpa keterangan satu buah, atau satu dus.
Hampir putus asa, kami berniat pindah ke taman sebelahnya. Namun saat sudah dekat dengan pintu keluar, dari jauh ada tiga orang yang memperhatikan kami. Aku memperlambat jalan karena mengira itu adalah pembeli yang tertarik dengan dagangan kami.
"Maaf, boleh minta waktunya sebentar?", tanya salah satu dari mereka. Aku, Uyung dan Galih saling pandang. "Kami sedang ada tugas, mau nanya-nanya sedikit tentang pahlawan, boleh?", lanjutnya. Akhirnya kami mengiyakan. Kami diwawancara sambil direkam dengan latar belakang monumen. Wawancaranya cukup singkat, hanya sekitar 3 menit. Setelah itu kami sedikit berbincang, ternyata mereka dari UNIKOM.
"Sekalian beli atuh, kang", kataku. Lalu kami menjelaskan mengenai dinamik dan mereka pun membeli dagangan kami. Hanya satu orang sih yang beli, duanya lagi gak bawa uang katanya. Tapi gak apa deh lumayan hehehe.
Setelah itu kami pindah ke taman yang kedua. Di sana sedikit lebih ramai. Tapi tetap saja, tidak berpegaruh pada dagangan kami. Sementara itu, beberapa kelompok yang kami temui ada yang sudah laku 1 dus, bahkan 2 dus. Kami hampir putus asa. Setelah menawarkan pada sebuah keluarga yang sedang duduk-duduk dan kembali ditolak, kami hedak pergi meninggalkan taman tersebut. Tapi tiba-tiba keluarga tersebut memanggil kami kembali, dan suara mereka tuh bak suara malaikat yang membangkitkan semangat kami di tengah keputusasaan wkwkwk lebay banget tapi emang bener. Mereka membeli 2 kue. Semangat lagi, kami kembali ke taman yang pertama dan bertemu dengan kelompok kang Arif, kang Asep, bang Reggy juga kelompok Nurul, Qory, Egi. Mereka akan kembali ke salman, tetapi terlebih dahulu menunggu bang Reggy yang masih belanja. Lah, orang jualan kok ini malah belanja, haha. Kami yang semangatnya masih menggebu memutuskan untuk kembali berjualan, dan kini menggunakan teori 'the power of mouth' plus 'the power of tampang memelasnya Galih'. Nggak, nggak, yang kedua bercanda. Jadi, kini kami berjualan sekalian promosi acara-acara ilkom seperti P2M dan DINAMIK. Ternyata, setelah tahu bahwa kami sedang ngedanus, orang-orang lebih tertarik untuk beli, bahkan banyak bertanyamengenai dinamik sekaligus mendoakan kami untuk kesuksesan acara tersebut. Mulai dari sana, dagangan kami laku! Bahkan ada seorang ibu yang merupakan sarjana komputer membeli dagangan kami satu dus sekaligus!
Sayang, waktu kesepakatan untuk berkumpul di salman sudah tiba (bahkan lebih!). Kami segera menuju salman ITB untuk salat dzuhur dan melanjutkan agenda liburan selanjutnya.

Kamis, 01 Januari 2015

Mau cerita ih

-jangan hiraukan judul gak kreatif di atas, hanya ingin bercerita...

sub-judul-1: Mogok
Yap, hari itu UAS matdis jam setengah 8 pagi. Hari sebelumnya mati lampu sejak sore hari hingga tengah malam dengan keadaan laptop yg batereinya benar-benar nol persen dan hp yang hamir mati. Intinya aku gak belajar banyak malam itu, meskipun sebenarnya ada waktu di hari-hari sebelumnya dan mati lampu ini harusnya gak aku jadikan alasan. Ah, nad.
Pagi itu aku berangkat dengan santai, jalanan gak terlalu macet seperti senin biasanya karena mungkin anak-anak sekolah sudah libur. Tapi, ketika memasuki jalan cipaganti dan sampai di sebuah stopan, tiba-tiba si merah -motor- mati. Gak panik sih, lebih ke kesel, soalnya tiap naik motor ini, sering mogok, dan di cipaganti ini udah kali kedua.
Berbagai cara dilakukan: selah, dorong, cari polisi, cari bengkel, dan sebelumnya sms temen dulu minta tanyain bisa uas susulan apa enggak. Begitulah, hanya bisa berdoa karena hanya Allah yang bisa menolong, entah bagaimana caranya. Dan beberapa saat kemudian, si merah kembali menyala. Alhamdulillah, akupun segera melanjutkan perjalanan ke kampus meskipun telat satu jam 15 menit dan harus ujian sendiri di ruangan dosen.

sub-judul-2: Kecewa
Kecewa tuh wajar kan. Iya nih aku lagi ngerasain kecewa karena suatu hal. Intinya sih peluang aku untuk mencapai sebuah target kini semakin kecil, meskipun masih ada kemungkinan. Mudah-mudahan kecewa ini gak berlarut dan bisa jadi penyemangat buat terus berusaha. Baruuuu banget tadi kecewanya :')

sub-judul-3: Tanpa judul
Banyak rencana gak terlaksana karena pernapasan yang kurang bersahabat 2 hari terakhir. Memutuskan untuk tidak banyak keluar rumah dan naik motor dulu untuk sementara waktu. Cepat berakhir yah, aku kangen cipratan air hujan dan angin :')