Laman

Minggu, 15 Januari 2012

Jangan ngaku anak gaul kalo belum peduli lingkungan!

Kemarin sore, pas ada waktu senggang, aku iseng nyalain tv. Sebenernya sih gak tau mau nonton apa, tapi seiring bergantinya channel, jempol ini capek juga ya gonta-ganti dari nomor 1-16. Akhirnya sang jempol pun menyerah di channel nomor 6. Di sana ada sebuah berita tentang banjir. Yah...sedih banget liatnya, taun 2012 baru mulai, tapi udah ada saudara kita di Demak, Jawa Tengah dan di Pontianak, Kalimantan Barat yang terkena musibah banjir. Sebenernya sih, komplek aku juga tiap musim hujan kena banjir, cuman karena udah rutin kali ya jadi ga pernah nongol lagi di tv -___- hehe.

Banjir itu bawa sial banget ya? Setuju gak sih? Gimana enggak, tiap banjir itu, orang-orang yang punya kolam kehilangan ikan-ikannya, tukang ojeg depan komplek kehilangan penumpangnya. Rumah-rumah terendam, barang-barang rusak, dan para pelajar yang rumahnya kebanjiran akan terlambat sampai di sekolah (yang terakhir sebenarnya pengalaman pribadi).
Nah, banyak banget kan kerugian banjir? Kerugian2 di atas itu baru sebagian kecil, masih banyak kerugian lainnya. Tapi, mau disebutin sampai jari ubanan, rambut jerawatan, dan muka keriting pun, masalah tersebut ga akan beres kalau kita masih juga ga punya kesadaran untuk menjaga lingkungan.
2012 guys!!! Ngakunya gaul, masa masih betah liat buminya kebanjiran terus? Ayo perbaiki bumi bareng-bareng! :D

Caranya???
Gampang bangetttt!!! Ga perlu punya mesin pendaur ulang, ga perlu bikin hutan di halaman rumah yang ukurannya jelas-jelas gak muat, ga perlu ngebunuh orang-orang ga bertanggung jawab yang suka nebangin pohon secara liar. Cukup satu hal aja.
BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA
Gampang kan? Ya, emang gampang banget. Semua hal yang besar dimulai dari hal kecil. Untuk memperbaikinya pun, mulailah dari hal kecil terlebih dahulu. Ingat, buang sampah pada tempatnya. Dimulai dari HAL KECIL, dari DIRI SENDIRI, dan dari SEKARANG.

Senin, 09 Januari 2012

Life Must Go On


*pict from here


Semua ini rasanya nggak sama seperti orang lain, seperti teman-teman yang lain. Aku nggak bisa melakukan yang seperti mereka lakukan itu. Bener-bener nggak bisa. Tapi lagi-lagi aku nggak ngerti gimana cara menjelaskan alasannya. Semuanya jelas. Jelas banget, saking jelasnya, sampai nggak bisa diterjemahkan ke dalam kata-kata yang dimengerti selain oleh diri sendiri.
Oke, aku tau kalian bakal pusing kalo baca ini. Satu hal pun mungkin nggak ada yang bisa masuk ke dalam jalan pikiran kalian. But this is my own mind. Aku nggak minta seorang pun mengerti, tapi sebenarnya aku ingin ada yang mengerti, tapi lagi-lagi itu nggak mungkin.
Tapi-tapi-tapi. Terlalu banyak TAPI yang sulit dijelaskan.
Dan lagi-lagi tapi. Tapi, saat aku punya hal yang orang lain nggak bisa lakukan, aku tetap nggak bisa melakukannya di depan mereka. Bodoh. abcdefghijklmnopqrstuvwxyz. 26 abjad yang tersedia ini tetep nggak bisa bikin aku ngerti untuk menjelaskan semuanya. Waw, inilah hidup. Ketika mendapatkan sesuatu yang tidak kita kehendaki, ia terlihat sangat rumit. But life must go on.
Mungkin di sinilah aku nemuin banyak pelajaran. Sahabat, keluarga, organisasi. Mungkin memang inilah yang dinamakan proses pencarian jati diri. Meskipun aku sendiri juga belum begitu ngerti seperti apa. BUT LIFE MUST GO ON. LIFE MUST GO ON. AND LIFE MUST GO ON. *dan hapus semua TAPI.